
J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai harus tetap berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan berubah menjadi lahan bisnis bagi pihak-pihak tertentu.
Pandangan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didik Mukrianto menyusul perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap dugaan korupsi dalam pelaksanaan program MBG.
Didik mengatakan, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program menunjukkan adanya risiko pergeseran tujuan MBG dari kepentingan masyarakat menjadi ajang mencari keuntungan.
Menurut dia, MBG semestinya dipandang sebagai investasi untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Dampak ekonomi yang muncul dari program tersebut, seperti penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya permintaan produk petani, nelayan, peternak, serta UMKM, tidak boleh mengalahkan tujuan utamanya.
Didik juga menyoroti sejumlah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan MBG. Di antaranya pengelolaan dapur yang berorientasi keuntungan, konflik kepentingan dalam penentuan mitra, dugaan penggelembungan harga, data penerima yang berulang, dapur fiktif, hingga persoalan jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menegaskan, indikator keberhasilan MBG tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya dapur yang dibangun atau besarnya anggaran yang terserap. Pemerintah perlu memastikan program tersebut benar-benar berdampak terhadap kondisi gizi anak.
“Pemenuhan gizi anak, pencegahan serta penurunan stunting, peningkatan konsentrasi belajar, dan pembangunan generasi yang lebih sehat serta produktif tidak boleh digeser,” ujar Didik.
Untuk mencegah penyimpangan, Didik mendorong adanya transparansi dalam pemilihan mitra, audit independen, kontrak berbasis kinerja, serta pengawasan yang lebih ketat. Ia juga meminta kepentingan politik dan bisnis dipisahkan dari tujuan pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Menurutnya, perhatian publik seharusnya lebih banyak tertuju pada manfaat MBG bagi anak-anak dibandingkan persoalan siapa yang mendapatkan kontrak dalam pelaksanaannya.
Didik menekankan, kepentingan anak harus menjadi prioritas utama agar anggaran besar yang dialokasikan untuk program MBG benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Editor: Agung
