
J5NEWSROOM.COM, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga terus mematangkan persiapan usulan Festival Seni Tamadun Melayu sebagai salah satu agenda unggulan daerah yang diharapkan dapat masuk dalam kurasi Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2027.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Penyempurnaan Usulan Pelaksanaan Festival Seni Tamadun Melayu yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga, Selasa (29/9/2026).
Rapat dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga dan dihadiri Asisten I, Ketua TP PKK Kabupaten Lingga, sejumlah perangkat daerah teknis terkait, Tim Kharisma Event Nusantara, serta para pegiat seni dan budaya di Kabupaten Lingga.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait melakukan pembahasan dan penyempurnaan terhadap berbagai aspek yang menjadi bagian penting dalam penyusunan usulan Festival Seni Tamadun Melayu.
Pembahasan tidak hanya menyangkut konsep kegiatan, tetapi juga substansi acara, rangkaian pertunjukan, keterlibatan pelaku seni dan budaya, potensi daya tarik wisata, hingga strategi promosi agar festival memiliki karakter dan identitas yang kuat.
Festival Seni Tamadun Melayu dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu wadah dalam memperkenalkan kekayaan seni, budaya dan tradisi Melayu yang berkembang di Kabupaten Lingga. Sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah dan warisan budaya Melayu yang kuat, penyelenggaraan festival diharapkan mampu mengangkat berbagai potensi tersebut menjadi sebuah kegiatan yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarperangkat daerah serta keterlibatan para pelaku seni dan budaya dalam mempersiapkan usulan kegiatan.
Menurutnya, penyusunan agenda festival harus dilakukan secara matang sehingga seluruh rangkaian kegiatan nantinya memiliki konsep yang jelas, terukur dan mampu memberikan dampak bagi daerah.
Selain menjadi ruang ekspresi bagi para seniman dan pegiat budaya, Festival Seni Tamadun Melayu juga diarahkan untuk menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Lingga.
Berbagai potensi seni pertunjukan, musik tradisional, tari, sastra, kuliner, kerajinan serta kekayaan budaya Melayu dapat dikemas dalam sebuah rangkaian kegiatan yang menarik dan memiliki nilai jual pariwisata.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, pelaku budaya, pelaku ekonomi kreatif, masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan festival yang berkualitas.
Tim Kharisma Event Nusantara juga diharapkan dapat memberikan masukan terhadap konsep dan substansi kegiatan sehingga usulan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Lingga semakin kuat dan sesuai dengan aspek-aspek yang menjadi perhatian dalam proses kurasi KEN.
Melalui penyempurnaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lingga berharap Festival Seni Tamadun Melayu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu event budaya yang mampu memperkuat citra Kabupaten Lingga sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan kebudayaan Melayu.
Ke depan, persiapan akan terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan penyempurnaan berbagai kebutuhan pendukung kegiatan. Pemerintah daerah juga akan mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas agar festival dapat memberikan manfaat terhadap pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif, sektor pariwisata, serta masyarakat Kabupaten Lingga secara keseluruhan.
Dengan persiapan yang lebih matang dan dukungan seluruh pihak, Festival Seni Tamadun Melayu diharapkan mampu menjadi representasi kekayaan budaya Melayu Lingga sekaligus memperkuat posisi daerah dalam pengembangan event pariwisata dan kebudayaan di tingkat nasional.
Editor: Agung
