Kelangkaan BBM di Bali Picu Antrean, Pertamina Tambah Pasokan dan Buka SPBU 24 Jam

Ilustrasi antrean di SPBU di Bali. (Foto: Redaksi9.com)

J5NEWSROOM.COM, Bali – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali sejak awal pekan. Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Bali pun menggenjot distribusi dan memperpanjang jam operasional SPBU untuk memulihkan pasokan.

Kelangkaan terjadi sejak Senin (12/10/2026) pagi hingga malam. Antrean dipicu kosongnya stok BBM jenis tertentu di sejumlah SPBU, terutama Pertalite, yang kemudian berdampak pada antrean pembelian Pertamax. Antrean bahkan sampai mengganggu akses pengguna jalan.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan penyebab keterlambatan pasokan. Salah satunya adalah gangguan pada jangkar kapal tanker yang menunda proses pembongkaran BBM beberapa jam. Rencana pembongkaran sekitar pukul 06.30 pagi mundur hingga sekitar pukul 22.00 malam. Mantiri menegaskan penjelasan itu bukan untuk membenarkan masalah distribusi yang menghambat aktivitas warga, dan ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali. Dalam pernyataannya, ia juga menyebut lonjakan konsumsi BBM subsidi sebagai faktor lain. Pertamina Patra Niaga menilai antrean turut diperparah kepanikan warga yang khawatir kehabisan BBM sehingga berbondong-bondong mengisi bahan bakar secara bersamaan.

Dalam pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dan Mantiri di Depo Pertamina Sanggaran, Denpasar, Selasa (13/10/2026), disepakati 92 SPBU di Denpasar dan Badung beroperasi 24 jam mulai malam itu. Layanan serupa di Tabanan dan Gianyar menyusul dalam satu hingga dua hari. Pertamina juga mengoperasikan Depo Manggis dan Depo Sanggaran selama 24 jam serta menambah armada mobil tangki dari 90 menjadi 105 unit. Mantiri mengaku telah meminta tambahan operator SPBU dari Hiswana Migas dan unsur TNI/Polri untuk menopang operasional.

Pertamina menyalurkan total 26.200 kiloliter Pertalite dan Pertamax secara bertahap, dan proses penyaluran dioptimalkan setelah kapal pengangkut sandar. Kapal tanker MT Klasogun yang membawa Pertalite dan Biosolar didatangkan ke Fuel Terminal Sanggaran. Pertamina juga menyiapkan penyaluran puluhan juta liter BBM yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan Bali selama dua pekan.

Pada Rabu (14/10/2026), Pertamina Patra Niaga memetakan 52 SPBU yang beroperasi 24 jam di seluruh Pulau Dewata dan akan memperbarui daftarnya secara berkala. Perusahaan juga disebut memecat operator nakal dan memperketat pengawasan terhadap dugaan kecurangan volume BBM.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan mengakses informasi melalui Pertamina Contact Center 135. SPBU 24 jam akan dipertahankan sampai pasokan dan layanan dinilai kembali normal.