Bangkit di Saat Pandemi, Bagas Raup Rupiah dari Gerabah Bayat

Hasil produksi gerabah Bayat milik Bagas (Foto: PM/Arifin PM)

J5NEWSROOM.COM, Klaten – Pandemi covid 19 yang berkepanjangan berdampak bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat. Begitu juga yang dialami para perajin gerabah di wilayah Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Dampak paling terasa yaitu menurunnya omset penjualan para perajin.

Namun demikian, banyak juga perajin dan pengusaha gerabah di Bayat yang justru berkembang usahanya, Bagas merupakan salah satu perajin gerabah di wilayah Bayat yang mampu mempertahankan omzet usaha selama pandemi.

Ditemui patmamedia.com, Jumat (08/04/2022) di workshop miliknya, Bagas menuturkan, ia meneruskan usaha turun-temurun dari keluarganya. Pria umur 26 tahun itu sendiiri baru 5 tahun mengelola usahanya. Melalui kreativitas dan terobosan marketing yang dilakukan, semua hasil kerajinannya bisa terserap pasar. Saat ini ia mempekerjakan 9 orang karyawan yang semuanya berusia muda.

“Dari kecil saya kebetulan ikut membantu orangtua belajar bikin gerabah dan saya merupakan generasi ketiga setelah orangtua saya. Dengan usaha gerabah ini saya bisa merangkul teman-teman seusia saya untuk bekerja sama untuk mengembangkan usaha ini,” tutur Bagas.

Bagas mulai fokus menekuni usaha gerabahnya justru pada awal pandemi. Ancaman pandemi tampaknya telah membuat laki-laki ini merasa tertantang untuk bekerja lebiih keras dan cerdas. Hasilnya, pada awal pandemi hanya memiliki sebuah tempat produksi, saat ini berhasil membangun sebuah showroom untuk memajang produk kerajinannya.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa memajang dan menjual hasil produksi gerabah saya di toko saya sendiri sehingga harga juga bisa tetap stabil karena tidak ada tambanan beban sewa tempat .”jelasnya.

Untuk promosi ia mengandalkan sosmed dan online. Namun banyak juga mendengar produk kerajinannya dari mulut ke mulut lalu datang langsung ke toko miliknya. Pesanan tidak hanya darang dari wilayah Klaten dan Yogyakarta, namun juga dari luar Jawa.

Kapasitas  produksi, 1.000 pcs per bulan untuk pesanan dan 500 pcs per hari untuk dijual eceran di tokonya. Adapun item gerabah yang diproduksi Bagas antara lain, pot bunga dengan berbagai ukuran, peralatan untuk dapur, seperti wajan, kendi, cangkir/gelas dan pernak -pernik perabot rumah tangga lainnya.

Harga tergatung ukuran jenis finishing, mulai dari harga Rp 2.000,- hingga ratusan ribu rupia. Disebutkan, produk paling diminati saat ini yaitu peralatan rumah tangga terutama wajan, pot bunga dan guci.

Sumber: patmamedia.com
Editor: Saibansah