Puisi Benkahar Armawikh

Beberapa hari lalu, Kadis Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zen (kanan) membezuk Prof Tabrani bersama budayawan Rida K Liamsi, Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri dan sastrawan Taufik Ikram Jamil. (Foto: Kadis Kebudayaan Riau, Yoserizal Zen)

Tuan Dokter Meninggal  

10 tahun lebih kita terputus
begitu saja, kita bicarakan buku
kau tampik aku, seribu rupiah
buatkan aku kopi
dan pokok secang aa…!

he… tukang cat,
kalah amat cat!
katanya paling hebat,
lukisan aku mana?
kepalaku mana?

3 kumpulan tulisan minggu
mengacau pikiran adem ayem
serantau riau!
pernah juga pamanda karim
naik radang karena dia tikam
dengan tajam
penanya.
“ah, katab, kalau dia gubernur pun
ditulisnya, paling dulu. palagi aku?”

*

katab dijemput petang tadi
yang hilang 10 tahun lalu
tapi isengnya, tetap utuh diingatan
orang-orang yang sama fiilnya,
sahabatnya yang harus siap dan berpunya
setidaknya seharga semangkuk air tahu.

katab akhirnya kalah
yahudi itu, robin hood itu, yang amalnya banyak itu,
yang … tukang rumput tersedu-sedu,
upahnya lima ribu
dibayar katab dengan:  tungggu dulu?
atm bank panam usa-ku ada masalah visa?
aku juga ?
tukang rumput manggutmanggut?
munir dari jauh menghela nafas panjang.
nir, uang honor kerja patungku bayarkan ke dia dulu.
o.k. munir mengangguk, pertengkaran usai.
katab wajahnya tetap masai.

waktu umi, adalah juga kakak saudaranya mati
ia panggil aku ke ruang prakteknya
kau lihat! maut mengintaiku saban saat
padahal yang ke aku akut berat,
sudah ke dukun, sudah ke bomo,
sudah ke orang kudus ke mana-mana!

jalan terakhir ke aku.
saudara sansaiku duitnya dari mana?
ujungnya, maut itu, menggelinding ke aku!
aku yang harus menyampaikannya ke tuhan!
ya, Allah.
ayah ibuku, sanak saudaraku,
kaum kerabat miskinku…
itulah kenapa aku perlu sekolah kedokteran itu!
bantu saudara-saudaramu,
bantu sanak saudaraku,
bantu aku!!!
…………………….

katab, kau pergilah.
engkau letih sebab kami
tuhan ingin menjemputmu,
pergilah ke Allah-mu,
katakan kami berutang ke pada mu…

*
(saudara miskinmu – benkahar armawikh,
agustus 2022, di hari engkau berpulang)