Pejabat RS Gaza: Serangan Israel Merenggut Nyawa 5 Orang di Rafah

Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel di sebuah rumah di Rafah, di Jalur Gaza selatan, 25 April 2024. (REUTERS/Hatem Khaled)

J5NEWSROOM.COM, Rafah – Militer Israel, Kamis (25/4) mengatakan pasukannya melancarkan serangan udara terhadap lebih dari 30 target di Jalur Gaza sehari sebelumnya. Sementara itu para pejabat rumah sakit Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan sedikitnya lima orang di Rafah, kota di bagian selatan Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sasarannya mencakup sebuah gudang Hamas dan daerah-daerah di Gaza Tengah, tempat para militan menembakkan roket ke arah pasukan Israel.

Berlanjutnya pertempuran di Gaza terjadi sehari setelah Presiden AS Joe Biden menandatangani menjadi UU sebuah legislasi bantuan asing bernilai $95 miliar, yang mencakup $26,4 miliar untuk Israel, termasuk belanja militernya, dan sekitar $1 miliar untuk bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza.

Secara terpisah, pejabat bantuan tertinggi PBB untuk Gaza mengatakan kepada Dewan Keamanan pada hari Rabu bahwa persiapan membangun dermaga dan pelabuhan apung di lepas pantai Gaza mengalami kemajuan, dengan keterlibatan AS dan negara-negara lain. Namun tampaknya jelas bahwa pengiriman melalui laut maupun udara tidak dapat menggantikan konvoi truk bantuan.

“Jalur darat adalah satu-satunya yang dapat membawa sebagian besar bantuan yang diperlukan,” ujarnya.

Harapan untuk keluarga seorang sandera

Hamas, Rabu (24/4) merilis video, yang tampaknya memperlihatkan sandera warga Israel-Amerika Hersh Goldberg-Polin. Ia termasuk di antara sekitar 250 sandera yang ditawan Hamas pada serangan teror 7 Oktober di wilayah Israel.

Video tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen. Akan tetapi keluarganya mengatakan mereka percaya bahwa video itu memang mengenai Goldberg-Polin.

Dalam video berdurasi hampir tiga menit, Goldberg-Polin yang kini berusia 24 tahun mengkritik pemerintahan PM Benjamin Netanyahu karena tidak melindungi dirinya dan warga Israel lainnya pada 7 Oktober. Ia mengatakan Netanyahu seharusnya “malu” karena meninggalkan para sandera selama lebih dari 200 hari dan menolak kesepakatan bagi pembebasan mereka.

Goldberg-Polin mengatakan ia tinggal di “neraka bawah tanah” dan mengangkat lengan kirinya yang buntung karena terkena ledakan granat dalam serangan di festival musik Nova di mana ia diculik.

Referensinya mengenai berapa lama ia telah ditahan, referensi lain mengenai hari raya Paskah Yahudi pekan ini, menunjukkan bahwa rekaman itu dibuat baru-baru ini. Deputi juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel mengatakan FBI sedang mempelajari video itu.

Hamas secara berkala merilis video propaganda seperti itu untuk menekan pemerintah Israel dan menyebabkan tekanan psikologis lebih lanjut. Warga Israel sendiri berdemonstrasi setiap hari untuk menuntut pembebasan para sandera.

Forum Keluarga Sandera mengatakan keluarga Goldberg-Polin mengizinkan video itu diedarkan setelah dirlis oleh Hamas.

Sumber: voaindonesia.com
Editor: Saibansah