Bentrok antara Polisi Istanbul dan Demonstran Hari Buruh

Seorang peserta aksi protes mengacungkan tinjunya saat dihadang oleh polisi Turki sambil berunjuk rasa di Lapangan Taksim untuk memperingati Hari Buruh di Istanbul, Turki, 1 Mei 2024. (Foto: REUTERS/Umit Bektas)

J5NEWSROOM.COM, Turki – Polisi Turki pada Rabu (5/1) menembakkan gas air mata dan peluru karet serta menahan lusinan demonstran, setelah pihak berwenang melarang aksi demo 1 Mei di alun-alun Taksim yang bersejarah di Istanbul.

Lebih dari 40 ribu polisi dikerahkan di seluruh Istanbul, bahkan menutup trotoar kecil dengan pembatas besi dalam upaya mencegah para pendemo berkumpul.

Polisi bentrok dengan para demonstran di dekat balai kota di distrik Sarachane, menembakkan gas air mata dan peluru karet, untuk menghentikan demonstran menerobos barikade, reporter AFP melaporkan.

Menurut laporan-laporan media, setidaknya 150 orang telah ditahan pada tengah hari namun pihak berwenang tidak mengonfirmasi angka tersebut. Beberapa reporter AFP melihat orang-orang ditahan.

Sebagian ditahan karena mencoba untuk memasuki alun-alun Taksim.

Pembatas besi tinggi ditempatkan mengelilingi alun-alun, di mana pihak berwenang telah melarang aksi demo sejak 2013, ketika tempat ini menjadi pusat demonstrasi melawan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Alun-alun Taksim adalah lokasi demonstrasi untuk perayaan hari Buruh hingga 1977, ketika setidaknya 34 orang tewas dalam demonstrasi. Pihak berwenang membuka lokasi ini kembali pada 2010, tetapi kemudian menutupnya kembali setelah demonstrasi pada 2013.

Di distrik Besiktas, polisi menahan setidaknya 30 demonstran sayap kiri yang meneriakkan “Taksim tidak boleh ditutup”.

Salah satu demonstran diseret sepanjang jalan oleh polisi dan kelompoknya juga ditahan.

Sebanyak 30 orang lainnya ditahan di distrik Sisli.

Kelompok HAM, MLSA mengatakan, sejumlah jurnalis juga dihempaskan ke tanah selama keributan itu.

Sumber: voaindonesia.com
Editor: Saibansah