Iran Sangkal Adanya Unsur Kejahatan dalam Kecelakaan Helikopter Raisi

Pemandangan puing-puing helikopter Presiden Iran Ebrahim Raisi di lokasi kecelakaan di sebuah gunung di daerah Varzaghan, barat laut Iran, 20 Mei 2024. Stringer/WANA (Kantor Berita Asia Barat via REUTERS)

J5NEWSROOM.COM, Media pemerintah melaporkan bahwa militer Iran sejauh ini tidak menemukan bukti adanya aktivitas kriminal dalam kecelakaan helikopter yang menewaskan presiden negara itu Ebrahim Raisi dan tujuh orang lainnya.

Presiden berusia 63 tahun itu meninggal pada hari Minggu (18/5) setelah helikopternya jatuh di pegunungan barat laut negara itu ketika kembali dari acara peresmian bendungan di perbatasan dengan Azerbaijan.

“Tidak ada lubang peluru atau dampak serupa yang terlihat pada puing-puing helikopter,” kata laporan awal staf umum angkatan bersenjata yang diterbitkan oleh kantor berita resmi IRNA, Kamis malam.

“Helikopter itu terbakar setelah menghantam daerah tinggi,” katanya, seraya menambahkan bahwa “tidak ada konten mencurigakan yang terdeteksi selama komunikasi antara menara pengawas dan awak penerbangan.”

Helikopter Raisi telah terbang pada “rute yang telah direncanakan sebelumnya dan tidak meninggalkan jalur penerbangan yang ditentukan” sebelum kecelakaan terjadi.

Laporan tersebut mengatakan puing-puing helikopter telah ditemukan oleh pesawat tak berawak Iran pada Senin pagi namun “kompleksitas area, kabut dan suhu rendah” menghambat pekerjaan tim pencarian dan penyelamatan.

Pihak militer mengatakan “dibutuhkan lebih banyak waktu” untuk menyelidiki kecelakaan itu dan mereka akan mengumumkan rincian lebih lanjut kemudian.

Raisi dimakamkan di kampung halamannya di Masyhad pada hari Kamis (23/5), mengakhiri hari-hari upacara pemakaman di beberapa kota besar Iran termasuk ibu kota yang dihadiri oleh banyak pelayat.

Di antara orang-orang yang tewas dalam insiden itu adalah Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian yang juga dimakamkan pada hari Kamis di kota Shahre Ray di selatan ibu kota.

Sumber: voaindonesia.com
Editor: Saibansah