
J5NEWSROOM.COM, Philadelphia – Sedikitnya tujuh orang tewas dalam kecelakaan pesawat evakuasi medis di Philadelphia pada Jumat, 31 Januari 2025. Presiden Meksiko dan Wali Kota Philadelphia mengonfirmasi bahwa korban tewas termasuk enam warga Meksiko yang berada di dalam pesawat dan satu orang yang berada di darat. Wali Kota Philadelphia, Cherelle Parker, menyatakan bahwa korban di darat sedang berada di dalam mobil saat kecelakaan terjadi, sementara jumlah korban luka mencapai 19 orang.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pejabat konsulat untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban. Pesawat yang jatuh dioperasikan oleh Jet Rescue Air Ambulance, sebuah layanan ambulans udara berbasis di Meksiko yang memiliki izin beroperasi di Amerika Serikat. Pesawat tersebut membawa empat awak, satu pasien medis anak, serta ibu dari pasien. Anak perempuan tersebut baru saja menyelesaikan perawatan di Rumah Sakit Anak Shriners dan sedang dalam perjalanan pulang ke Tijuana.
Shai Gold, perwakilan Jet Rescue Air Ambulance, mengungkapkan bahwa kru yang mengoperasikan pesawat adalah tim berpengalaman dan telah menjalani pelatihan ketat. “Ketika kejadian seperti ini terjadi, sungguh mengguncang dan mengejutkan,” ujar Gold. Ia menegaskan bahwa perawatan pesawat selalu dilakukan dengan baik karena misi perusahaan sangat penting.
Gubernur Pennsylvania, Josh Shapiro, dalam konferensi pers menyebut insiden tersebut sebagai “bencana penerbangan yang mengerikan.” Sementara itu, Rumah Sakit Universitas Temple-Kampus Jeanes telah merawat enam korban luka akibat kecelakaan, dengan tiga orang di antaranya telah diperbolehkan pulang.
Kecelakaan ini terjadi hanya dua hari setelah insiden tabrakan di udara antara jet American Airlines dan helikopter Angkatan Darat di Washington D.C. yang menewaskan seluruh penumpang dan awak. Insiden di Philadelphia juga menjadi kecelakaan fatal kedua bagi Jet Rescue dalam 15 bulan terakhir, setelah insiden serupa yang terjadi pada 2023 di Morelos, Meksiko, yang menewaskan lima awak.
Pesawat Learjet 55 yang mengalami kecelakaan itu sempat menghilang dari radar setelah lepas landas dari Bandara Northeast Philadelphia pada pukul 18.06 waktu setempat. Rekaman komunikasi menunjukkan bahwa pengawas lalu lintas udara sempat memberikan instruksi untuk berbelok, namun pesawat tidak memberikan respons.
Presiden Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di media sosialnya, menyebut peristiwa ini sebagai tragedi yang menyedihkan. Sementara itu, Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan bahwa penyelidikan akan dipimpin oleh National Transportation Safety Board (NTSB), dengan tim penyelidik telah tiba di lokasi untuk mengumpulkan data lebih lanjut.
Editor: Agung
