Refleksi Idul Adha: Umat Butuh Persatuan Hakiki

Penulis dan Aktivis Muslimah Nai Ummu Maryam. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Oleh Nai Ummu Maryam

HAMPIR sudah sepekan kita merayakan hari raya Idul Adha. Hari di mana umat Islam melakukan banyak serangkaian ibadah selama  Bulan Dzulhijjah. Mulai dari menghidupkan puasa-puasa sunnah, dzikir, sedekah, memperbanyak tilawah, berkurban hingga menunaikan haji.

Bagi setiap Muslim yang mau dan mampu sudah tentu ibadah haji adalah ibadah yang amat dirindukan. Rindu bisa berkunjung ke Baitullah dan turut serta meneladani sejarah para Nabi dan Rasul-Nya.

Saat itu juga umat Islam berkumpul dan melebur menjadi satu untuk menjalankan rangkaian ibadah haji. Semua berkumpul tanpa memandang suku, ras, bahasa dan membuang rasa nasionalisme (sekat antar bangsa-bangsa). Betapa hebatnya umat Islam, berkumpul dan bersatu karena ikatan yang kuat yakni ikatan akidah Islam.

Para pembaca, mari kita merenung sejenak. Iduladha sebenarnya bukan hanya tentang hewan kurban atau sekadar berangkat haji.

Iduladha mengajarkan kepada kita arti ketaatan, keikhlasan serta persatuan.

Seperti halnya ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim as. untuk menyembelih putranya Nabi Ismail as. atas perintah dan wahyu dari Allah. Semua dilakukan dengan ikhlas karena penghambaan atau ketundukan kepada Allah Swt.

Idul Adha juga mengajarkan kita untuk menyembelih nafsu dan rasa kepemilikan di dunia yang bersifat sementara. Baik itu harta, jabatan, hingga keluarga. Wajib kita sadari bahwa itu semua hanyalah titipan atau amanah yang kapan saja bisa Allah tarik.

Iduladha juga mengajarkan  kita tentang makna persatuan umat yang hakiki.

Sejatinya umat Islam adalah umat yang kuat, kokoh dan terbaik. Hanya saja, musuh-musuh Islam berhasil merobek-robek persatuan umat Islam dan meracuni pemahaman umat Islam agar jauh dari syariat.

Kita bisa memaknai persatuan umat Islam jangan hanya ketika pelaksanaan haji semata, kita juga wajib merealisasikannya dalam kehidupan setelah haji usai agar persatuan ini tidak bersifat sementara.

Persatuan umat Islam hanya bisa terwujud melalui kesadaran yang kolektif untuk kembali kepada syariat Islam dan menerapkan Islam dalam semua lini kehidupan.

Jika umat Islam mampu dan bersatu menjalankan syariat Allah secara menyeluruh, maka bisa dipastikan umat Islam akan menjadi umat yang terbaik yang mampu membawa keadilan, kebaikan dan kedamaian bagi seluruh alam dan umat manusia. Maka dari itu dengan semangat Idul Adha, marilah kita kembali memperkuat persatuan umat Islam untuk memperbaiki kondisi umat yang awalnya terpuruk menjadi umat yang terbaik.

Wallahualam

Penulis adalah aktivis muslimah bermastautin di Batam