Warga Aceh Tengah Bangun Helipad Mandiri agar Bantuan Helikopter Bisa Mendarat

Warga menggunakan kabel baja yang untuk menyeberangi Sungai Juli pascaputusnya Jembatan Juli di jalan lintas Bireuen – Takengon, Aceh, Selasa (2/12/2025). (Foto: Republika)

J5NEWSROOM.COM, Aceh – Warga Aceh Tengah nekat membangun helipad sederhana di lokasi terdampak bencana banjir bandang karena putus asa menunggu bantuan datang lewat jalur udara. Mereka berharap helikopter bantuan bisa mendarat langsung di titik pengungsian agar pasokan logistik tidak terhambat.

Helipad darurat ini dibuat di atas tanah lapang yang cukup datar dan dikelilingi pepohonan. Warga bergotong-royong menyiapkan lahan dengan pekerjaan fisik berat, termasuk meratakan tanah dan membersihkan pepohonan untuk menciptakan area pendaratan yang layak.

Mereka menyebut bahwa akses darat sangat sulit dijangkau karena jalan rusak berat dan jembatan putus di banyak titik. Karena itu, mereka menganggap helikopter sebagai satu-satunya harapan aki-akit agar bantuan makanan, obat-obatan, dan logistik lain bisa cepat sampai.

Beberapa warga juga menyatakan kekhawatiran bahwa jika helipad ini tidak segera diakui oleh pemerintah atau lembaga bantuan, upaya mereka bisa sia-sia. Mereka khawatir helikopter tidak bisa mendarat karena izin atau kesiapan teknis.

Meski begitu, semangat warga tidak padam. Mereka berharap agar penanggung jawab bantuan darurat dapat meninjau helipad mandiri mereka dan mengizinkan helikopter mendarat, demi mempercepat penanganan korban bencana yang belum tersentuh oleh bantuan darat.

Editor: Agung