Sebanyak 500 Ton Bantuan PMI Tiba Di Krueng Geukueh Untuk Korban Bencana

Wagub Aceh, Fadhlullah menerima bantuan kemanusiaan dari PMI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Terminal Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Jumat 9 Januari 2026. (Foto: Humpro Adpim Aceh)

J5NEWSROOM.COM, Bantuan logistik sekitar 500 ton dari Palang Merah Indonesia (PMI) telah sampai di pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh, untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Kedatangan bantuan ini merupakan bagian dari upaya besar PMI dalam merespons kebutuhan mendesak di wilayah terdampak.

Komandan tim tanggap darurat PMI menjelaskan bahwa bantuan ini mencakup berbagai kebutuhan pokok, seperti bahan makanan, air bersih, alat kesehatan, selimut, serta peralatan lain yang sangat dibutuhkan oleh warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah akibat bencana.

Distribusi bantuan logistik dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan unsur TNI-Polri. Kolaborasi ini dimaksudkan agar penyaluran dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan penumpukan di posko bantuan atau titik penerimaan.

Warga yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi mereka atas respon cepat PMI. Mereka berharap dukungan ini dapat meringankan beban keluarga yang kini tengah berjuang dalam proses pemulihan pascabencana. Banyak dari mereka masih bergantung pada pasokan bantuan karena akses ke kebutuhan dasar masih terbatas di beberapa daerah.

Selain itu, PMI juga menyiapkan tim relawan untuk membantu proses distribusi hingga di tingkat desa. Relawan dilibatkan untuk memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang benar-benar membutuhkan serta membantu koordinasi dengan unsur masyarakat setempat.

Pihak PMI menyatakan bahwa 500 ton bantuan ini merupakan bagian dari serangkaian kiriman logistik yang terus mengalir sejak bencana terjadi. Organisasi ini akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan jenis bantuan sesuai dengan kebutuhan aktual warga terdampak.

Dengan adanya pasokan logistik yang besar ini, diharapkan masa tanggap darurat dapat dilalui dengan lebih baik dan proses transisi ke pemulihan dapat dilakukan secara bertahap. Bantuan seperti ini dianggap sebagai bentuk solidaritas sosial yang nyata di tengah upaya bersama memperbaiki kondisi masyarakat yang terguncang akibat bencana.

Editor: Agung