Banjir Rendam Biringkanaya, Ratusan Warga Dievakuasi

Banjir menerjang Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. (Foto: Ist)

J5NEWSROOM.COM, Makassar – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir melanda Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Luapan air yang cepat meningkat memaksa ratusan warga di sejumlah lingkungan untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Fadli Tahar, setidaknya 97 kepala keluarga (KK) atau 356 jiwa telah dievakuasi dan ditempatkan di lima titik lokasi pengungsian di wilayah tersebut. Pengungsian dilakukan karena genangan air akibat hujan deras terus meninggi sejak Sabtu (10/1/2026) malam hingga Minggu (11/1/2026).

Evakuasi ini dilakukan di beberapa titik, antara lain di lingkungan Kelurahan Katimbang dan Perumahan Kodam III, yang menjadi kawasan terdampak banjir terparah di Biringkanaya. Petugas BPBD bersama Dinas Sosial Kota Makassar turut memberikan bantuan logistik serta layanan dasar bagi para pengungsi.

Berdasarkan laporan sementara, sejumlah warga termasuk laki-laki, perempuan, serta anak-anak harus meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu demi keselamatan. BPBD mencatat jumlah pengungsi di beberapa titik pengungsian termasuk kantor kelurahan setempat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung meninjau titik-titik banjir di Biringkanaya pada Sabtu untuk memantau situasi dan mencari solusi jangka panjang terkait persoalan banjir yang kerap melanda kawasan ini setiap musim penghujan. Munafri menyatakan bahwa pemerintah kota akan merumuskan strategi agar masalah ini tidak terus berulang.

Munafri juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti imbauan pemerintah setempat selama musim hujan berlangsung. Pemerintah kota bersama instansi terkait akan terus memantau titik rawan genangan air untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Petugas BPBD bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan di lapangan sekaligus menyiapkan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, termasuk logistik dan layanan medis ringan. Masyarakat yang terdampak juga diimbau tetap tenang serta mengikuti arahan dari relawan dan petugas.

Editor: Agung