Wamenhaj: Kampung Haji Indonesia Ditargetkan Beroperasi Bertahap pada 2028

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Saibansah/J5newsroom)

J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, proses pembelian hotel yang akan menjadi bagian dari aset Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan baru selesai pada April 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Kampung Haji belum dapat dimanfaatkan pada tahun ini.

Dahnil menjelaskan, pemerintah masih menunggu rampungnya proses akuisisi salah satu hotel, yakni Novotel, yang saat ini masih berada dalam tahap akhir pembelian. Hal itu disampaikan Dahnil saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2025).

Selain persoalan pembelian aset, pembangunan Kampung Haji secara menyeluruh juga memerlukan waktu yang tidak singkat. Menurut Dahnil, proyek tersebut masih harus melalui berbagai tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan fisik.

Ia menambahkan, hingga kini baru satu hotel yang mendekati tahap final pembelian. Sementara itu, sejumlah aset dan proyek pendukung lainnya masih berada dalam proses lelang serta perencanaan.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa Kampung Haji belum dapat beroperasi pada 2026. Kampung Haji yang berlokasi di Makkah itu ditargetkan mulai berfungsi secara bertahap pada 2028.

Irfan menyatakan, pembangunan fasilitas berskala besar seperti Kampung Haji tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Ia berharap sebagian menara atau tower sudah dapat digunakan paling lambat pada 2028.

Meski demikian, Irfan menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan Kampung Haji sepenuhnya berada di bawah kewenangan Danantara. Adapun Kementerian Haji dan Umrah berperan sebagai pengguna fasilitas tersebut.

Editor: Agung