Tinjau Diklat di Pondok Gede, Menhaj Pastikan Pembagian Tugas PPIH Arab Saudi Matang

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf meninjau kelas Diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Foto: Saibansah/J5newsroom)

J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf melakukan peninjauan mendadak ke salah satu kelas daerah kerja (daker) dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Senin (26/1/2026). Kunjungan itu berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut sempat mengejutkan peserta saat memasuki Ruang Serba Guna (SG) 2, lokasi diskusi kelas Daker Makkah. Saat itu, para petugas tengah berdiskusi di masing-masing sektor, usai pimpinan Daker Makkah memperkenalkan diri kepada petugas yang akan ditempatkan di Kantor Daker Makkah, 11 sektor, serta sektor khusus Makkah.

Gus Irfan mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan semangat para petugas yang akan bertugas di Arab Saudi. Menurutnya, petugas haji merupakan ujung tombak pelayanan Kementerian Haji dan Umrah di Tanah Suci.

“Saya ingin memastikan mereka benar-benar siap dan memiliki semangat yang tinggi, karena merekalah garda terdepan kementerian di Arab Saudi,” ujar Gus Irfan kepada jurnalis Media Center Haji (MCH) di sela kegiatan.

Ia mengapresiasi antusiasme peserta diklat dan turut menyimak langsung materi pembelajaran serta kesiapan teknis yang disiapkan oleh Daker Madinah maupun Daker Makkah.

“Alhamdulillah, saya melihat semangat yang baik. Saya juga mengikuti beberapa materi dan melihat berbagai persiapan yang telah dilakukan,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Gus Irfan menaruh perhatian pada kesiapan pola kerja, pembagian tugas, hingga pengaturan konsumsi petugas. Ia menilai, perencanaan yang lebih matang sejak awal akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan haji tahun 1447H/2026M.

“Dengan persiapan yang lebih matang seperti sekarang, insya Allah hasilnya akan lebih baik. Pembagian tugas ke tiga wilayah juga sudah diatur dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PPIH Arab Saudi telah ditempatkan di tiga daerah kerja utama, yakni Daker Bandara, Daker Madinah, dan Daker Makkah. Ketiga daker tersebut akan berperan sebagai perpanjangan tangan negara dalam melayani sekitar 221.000 jemaah haji Indonesia.

“Seluruh wilayah kerja sudah tertata. Mudah-mudahan persiapan panjang ini membuahkan hasil yang lebih optimal,” kata Gus Irfan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan petugas haji menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan Kementerian Haji dan Umrah secara kelembagaan. Menurutnya, hal tersebut juga berdampak pada kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Keberhasilan petugas haji akan sangat menentukan keberhasilan kementerian. Sebagai bagian dari pemerintahan, capaian itu tentu turut mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo,” ujarnya.

Kunjungan mendadak tersebut menjadi wujud komitmen pimpinan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan pelayanan haji berjalan sesuai rencana, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia.

Editor: Saibansah Dardani