Longsor Tambang di Kongo Tewaskan Lebih dari 200 Pekerja

Longsor di pertambangan coltan Rubaya (Foto: NPR)

J5NEWSROOM.COM, Kongo – Bencana longsor terjadi di area pertambangan di Republik Demokratik Kongo dan menewaskan lebih dari 200 pekerja. Peristiwa tragis ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tambang, menyebabkan tanah di sekitar lokasi menjadi labil dan runtuh secara tiba-tiba.

Longsor menimpa kawasan pertambangan yang selama ini menjadi lokasi aktivitas penambang tradisional. Banyak korban tertimbun material tanah dan lumpur saat sedang bekerja, sementara sebagian lainnya berada di sekitar area tambang ketika kejadian berlangsung.

Otoritas setempat menyebutkan bahwa proses evakuasi berlangsung sulit karena kondisi medan yang berat dan cuaca yang belum sepenuhnya membaik. Tim penyelamat terus melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun, meski upaya tersebut terkendala peralatan terbatas.

Selain korban meninggal, sejumlah pekerja dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. Pihak medis menyatakan beberapa korban mengalami kondisi serius akibat tertimpa reruntuhan tanah.

Pemerintah daerah menghentikan sementara aktivitas penambangan di lokasi kejadian guna mencegah longsor susulan. Warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan juga diminta menjauh demi keselamatan, sembari menunggu evaluasi lebih lanjut terkait keamanan area tambang tersebut.

Editor: Agung