
J5NEWSROOM.COM, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan ragu keluar dari Board of Peace apabila forum tersebut tidak mampu menghadirkan perdamaian yang adil dan bermartabat, khususnya bagi Palestina dan Gaza. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas berbagai sorotan publik terkait keterlibatan Indonesia dalam forum internasional tersebut.
Prabowo menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia sejak awal bertujuan untuk mendorong solusi damai yang menghormati hak-hak dasar rakyat Palestina. Ia memastikan Indonesia tidak akan bertahan dalam forum yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan internasional. “Kalau forum ini tidak menghasilkan perdamaian yang adil, tentu kita akan mempertimbangkan langkah tegas, termasuk keluar,” tegasnya.
Pemerintah juga menilai kehadiran Indonesia dalam forum global harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar simbolis. Karena itu, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan setiap keputusan tetap berada dalam koridor kepentingan nasional serta prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Selain itu, pemerintah membuka ruang dialog dengan berbagai tokoh masyarakat dan organisasi Islam untuk memberikan penjelasan terkait posisi Indonesia di Board of Peace. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman publik sekaligus menjaga transparansi dalam setiap kebijakan luar negeri yang diambil.
Sejumlah pengamat menilai sikap tegas Presiden menunjukkan bahwa Indonesia tetap kritis dalam menjalin kerja sama internasional. Pemerintah menegaskan bahwa segala bentuk partisipasi global harus mengarah pada perdamaian yang nyata dan tidak mengabaikan hak-hak rakyat Palestina sebagai pihak utama dalam konflik tersebut.
Editor: Agung
