695 Calon Jemaah Haji Ikuti Gladi Posko dan Simulasi di Asrama Haji Batam

Sebanyak 695 jamaah calon haji Kota Batam tahun 1447 H/2026 M menyimak arahan Tenaga Ahli (TA) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Abdul Rahman Syahputra, saat simulasi sedang wukuf di Arafah. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Batam – Seorang istri solehah membantu suaminya memasang kain ihram di Asrama Haji Batam Center, Senin 16 Februari 2026 pagi. Sementara ratusan jamaah lainnya juga sedang sibuk menyiapkan diri untuk memulai niat haji. Seorang pembimbing ibadah haji, Ustadz Fanani dengan TOA di tangan, menuntun para calon jamaah haji kloter 25 Embarkasi Batam kaifiah melafadzkan niat haji.

Suasananya dibuat seolah mereka sedang bersiap untuk bergerak menuju Arafah, setelah terlebih dahulu melakukan ibadah umrah wajib. Bagaimana suasana simulasi haji dan gladi posko tiga kloter jemaah haji Embarkasi Batam itu? Berikut ini catatan Pemimpin Redaksi J5NEWSROOM.COM yang juga calon Petugas PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi, Saibansah Dardani.

“Yah, pakai kain ihramnya dulu,” kata mami Lela kepada suaminya, Ramon Damora.

“Iya, ini kainnya.”

Tanpa diminta calon bu hajjah itu pun langsung membantu suaminya memasang kai ihram. Tikar yang sejak pagi pukul 17.00 WIB dikempitnya itu pun dilepas, jatuh di atas rumput.

“Ayooo, bapak-ibu, ikuti niat haji ini, setelah baca niat ini, sudah berlaku larangan ihram ya,” ujar Ustadz Fanani mirip koordinator aksi demo dengan pengeras suara di tangannya.

Lalu, terdengarlah suara gemuruh para calon jemaah haji kloter 25 melafadzkan niat haji.

“Labbaika Allahumma hajjan.”

Kemudian, kloter 25 ini pun bergerak menuju miniatur ka’bah di dalam asrama haji Batam Center. Di sana sudah berkumpul kloter 1 dan kloter 2. Total sebanyak 695 calon jemaah haji asal Batam bersiap melakukan simulasi tawaf. Ada beberapa pembimbing ibadah haji yang setia mendampingi mereka. Yaitu, H. Muhammad Dirham, H. Hamdanis, dan KH Achmad Fanani.

Hadir juga Tenaga Ahli (TA) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Abdul Rahman Syahputra, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Provinsi Kepulauan Riau H. Muhammad Syafi’i, Kepala Kemenhaji Kota Batam H. Syahbudi, para calon Petugas PPIH Arab Saudi asal Provinsi Kepri, Asep Ijudin, Wahyu Wijayanto, Saibansah Dardani, dan Yusra Nurvita Purwani.

Tidak ketinggalan, hadir juga petugas Kloter 1: Asril (TPHI), Yahya (TPIHI), Asti Windiani Utami, Kartika Chandra Wardhany (TKHI), Hariun Sagita, Abdul Majid (PHD), serta Suardi dari KBIHU Baitul Arafah.

Sebanyak 695 jamaah calon haji Kota Batam sedang melakukan simulasi umrah wajib di asrama haji Batam Center. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

Kemudian, Petugas Kloter 2: Nasoha (TPHI), Adamrin, Fulristami Zaenab, Mardianti (TKHI), Mermanto, Agus Yusuf (PHD).

Dan Petugas Kloter 25: Zuhdi (TKHI), Lestia Lestari (TKHI), Azhari (PHD), dan KH Su’udi dari KBIHU Al Anshor Batam.

Total calon jemaah haji embarkasi Batam yang ikut dalam simulasi haji ini sebanyak 695 jamaah. Persiapan utama yang harus dibawa jamaah ke tanah suci adalah kesiapan hati.

“Yang paling penting dipersiapkan adalah hati. Jangan banyak mengeluh, karena bapak ibu adalah duyufurrahman, tamu-tamu Allah,” ujar TA Kemenhaj RI, Abdul Rahman Syahputra saat simulasi para jemaah haji sedang wukuf di Arafah.

Apalagi, lanjut Putra, tahun ini menjadi kali pertama Kemenhaj RI menyelenggarakan haji dan umrah secara mandiri. Selain itu, ia menyampaikan salam dari Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan, yang saat ini berada di Tanah Suci untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan haji berjalan optimal. Menteri disebut sedang meninjau pelatihan petugas di Arab Saudi, kesiapan catering, hotel, hingga posisi tenda di Arafah dan Mina.

Menurutnya, ibadah haji adalah ‘olahraga fisik’ sehingga jamaah harus menjaga kesehatan. Berdasarkan data, masih banyak jamaah yang tergolong berisiko tinggi karena memiliki penyakit komorbid. Dengan jumlah jamaah Indonesia yang mencapai lebih dari 221 ribu orang, tentu ada layanan yang mungkin tidak selalu ideal.

“Pilihannya ada di bapak ibu, apakah sampai di sana mau marah-marah atau tetap sabar. Kemenhaj akan terus berbenah memperbaiki kekurangan layanan,” tegasnya.

Ditekankan Putra, pentingnya kepatuhan komando antara jamaah dan ketua kloter. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diminta tetap berkoordinasi dengan pembimbing ibadah kloter dengan menyusun timeline dan jadwal kegiatan harian selama di Tanah Suci.

Putra mengingatkan tragedi Mina yang pernah menelan banyak korban jiwa akibat tidak tertib mengikuti komando. Dalam skema yang telah ditentukan, jamaah harus menggunakan bus dari Muzdalifah ke Mina. Namun karena ada yang tidak sabar dan berjalan kaki, jalur bus jadi tertutup orang yang sedang berjalan, sehingga kendaraan tidak dapat bergerak cepat dan terjadi kepadatan.

“Jadi, mohon ikuti perintah ketua kloter. Buat grup WhatsApp untuk koordinasi. Jangan sampai tragedi Mina terulang kembali,” pesannya.

Setelah seluruh rangkaian simulasi ibadah haji selesai, para calon jemaah haji pun berkumpul di Masjid An-Namirah, masjid yang berada di dalam Asrama Haji Batam.*