
J5NEWSROOM.COM, Tuduhan yang dilayangkan sekelompok pihak terhadap Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dinilai sarat kepentingan dan tidak proporsional. Sejumlah pihak menyebut narasi yang berkembang cenderung tendensius, bernuansa provokatif, serta berpotensi menggiring opini publik secara tidak objektif.
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai tudingan tersebut tidak konstruktif dalam melihat persoalan secara menyeluruh. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh framing yang menurutnya liar dan tidak berbasis data. “Kritik harus rasional, objektif, dan berorientasi pada kepentingan publik, bukan kritik yang didasari dendam pribadi atau bernuansa politis terhadap institusi Polri,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 22 Februari 2026.
Ketua Indonesia Youth Epicentrum itu menilai terdapat upaya mendiskreditkan kinerja Polrestabes Medan melalui narasi pergantian jabatan Kapolrestabes. Menurutnya, evaluasi terhadap aparat penegak hukum semestinya mengacu pada indikator kinerja, capaian konkret, serta analisis kelembagaan yang utuh. “Kinerja 100 hari Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak beserta seluruh jajarannya telah membawa perubahan di dalam penegakan hukum, khususnya di dalam pemberantasan narkoba, perjudian, hingga pelaku jalanan (begal),” katanya.
Ia memaparkan sejumlah capaian yang dinilai signifikan. Dalam periode 72 hari terakhir 2025, Polrestabes Medan mengungkap 24 kasus narkoba dengan 34 tersangka serta menyita barang bukti sabu, ganja, ekstasi, dan lainnya. Selain itu, dalam 22 hari pada Oktober 2025, aparat berhasil mengungkap 159 kasus tindak pidana dengan 219 tersangka dari berbagai kejahatan, mulai dari begal, pencurian, hingga narkotika.
Tak hanya itu, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan juga menggagalkan peredaran narkoba jaringan lintas negara Malaysia-Indonesia di Kabupaten Asahan dengan menyita delapan kilogram sabu dan ribuan pil ekstasi. Menurut Nasky, capaian tersebut menunjukkan adanya kerja nyata di lapangan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Sebelumnya, massa dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sumut dan Markas Polrestabes Medan. Dalam aksinya, mereka mendesak Kapolda Sumatera Utara mencopot Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dari jabatannya dengan alasan kinerja yang dinilai belum maksimal. Massa juga membawa spanduk dan selebaran yang mereka sebut sebagai “Rapor Merah Kapolrestabes Medan”.
Perdebatan ini pun menjadi sorotan publik. Di satu sisi terdapat tuntutan evaluasi, sementara di sisi lain muncul pembelaan yang menilai kritik tersebut tidak sepenuhnya berlandaskan data dan fakta kinerja di lapangan.
Editor: Agung
