
J5NEWSROOM.COM, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperluas akses pasar produk perikanan Indonesia ke mancanegara. Terbaru, sebanyak 57 unit pengolahan ikan (UPI) yang diusulkan KKP resmi memperoleh approval number dari otoritas kompeten Turki dan China, sehingga dapat melakukan ekspor ke dua negara tersebut.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menjelaskan bahwa penerbitan approval number menjadi pintu masuk penting bagi pelaku usaha perikanan. “Dengan adanya penerbitan approval number itu, maka 57 usaha perikanan bisa melaksanakan kegiatan ekspor ikan maupun produk perikanan lainnya ke Turki dan China,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 21 Februari 2026.
Ia menuturkan, proses pengajuan tidak sekadar mengirimkan daftar UPI, melainkan melalui tahapan verifikasi teknis dan pengisian kuesioner sesuai persyaratan otoritas Turki dan China. Seluruh UPI yang diajukan dipastikan telah memiliki sertifikat HACCP serta menerapkan standar sanitasi, higiene, dan keamanan pangan berbasis hasil perikanan.
“Dari sebanyak 56 UPI yang kita sampaikan ke Turki, mereka telah menerbitkan approval number sebanyak 52 UPI, sedangkan sisa empat UPI masih dalam proses verifikasi. Lalu untuk China, usulan kita lima UPI langsung disetujui sehingga total ada lima UPI yang sudah mendapat approval number dari otoritas China,” kata Ishartini.
Menurutnya, percepatan persetujuan dari Turki menjadi krusial karena negara tersebut akan menerapkan sistem impor baru bernama Approved Establishment System of the Republic of Türkiye atau TROIS. Hanya perusahaan yang terdaftar dan memiliki approval number dalam sistem itu yang diperkenankan mengekspor produk perikanan ke Turki.
Ishartini menambahkan, Turki merupakan pasar yang cukup prospektif bagi produk perikanan Indonesia. Berdasarkan data 2025, tujuh komoditas utama yang diekspor ke Turki antara lain cakalang, tuna, carrageenan, sarden, lemuru, gurita, serta olahan rumput laut dengan total volume mencapai 2.600 ton dan nilai 4,6 juta dolar AS atau sekitar Rp78,6 miliar.
Editor: Agung
