Silaturahim dan Banyak Belajar, Niat Ibadah Sepenuhnya karena Tuhan

Pakar Komunikas dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Oleh Dr Aqua Dwipayana

SELAMA puluhan tahun ketemu banyak orang, baik yang direncanakan maupun tiba-tiba atau mendadak, saya selalu menjaga hati dan pikiran. Tujuannya agar mereka yang saya temui merasa nyaman dan kesan positifnya mendalam.

Saya berusaha konsisten melakukannya. Mengawalinya dengan niat ibadah sepenuhnya karena TUHAN, bukan yang lain. Dengan melakukan itu sedikit pun saya tidak punya beban. Lancar dan nyaman saat berkomunikasi dengan siapapun, di mana pun, dan kapan pun.

Kondisinya pasti berbeda ketika dari awal sebelum pertemuan telah memiliki berbagai agenda. Utamanya mendapat sesuatu dari orang yang akan saya temui.

Sebelum berjumpa, sudah ada beragam rencana. Tujuannya agar keinginan saya tercapai.

Saat jumpa, komunikasinya tidak bakal lancar. Dari awal sudah ada rencana mengatur pembicaraan dan menggiring  untuk mencapai tujuan guna mendapatkan sesuatu.

Begitu tidak berhasil, akan kecewa. Membuat diri tidak nyaman. Bisa malah menimbulkam dosa karena mengomel sebab tujuannya tidak tercapai.

Padahal itu adalah akibat dari kesalahan  sendiri. Seharusnya tidak terjadi jika niat ketemu sesama adalah ibadah. Tidak merugikan orang lain, sebaliknya bisa memberi keuntungan dan membahagiakan mereka.

Mendapat Rezeki

Selama ini saya telah sering kali mempraktikkan dan membuktikan sendiri dahsyatnya niat ibadah sepenuhnya karena TUHAN. Hasilnya luar biasa dan berkali-kali mendapat rezeki yang tidak terduga.

Saat ketemu siapapun, baik yang saya kenal maupun tidak, tujuan saya hanya silaturahim dan banyak belajar. Selama kami berkomunikasi lancar sekali.

Saya yang selalu bicara apa adanya dan semuanya saya pertanggungjawabkan, sedikit pun tidak ada beban setiap berkomunikasi dengan orang lain termasuk ke orang yang baru saya kenal. Menyampaikan apa adanya sesuai hati nurani.

Ketika mendiskusikan hal-hal yang sensitif, selalu ada argumentasi dan latar belakangnya. Sehingga lawan bicara saya memahami dan memaklumi yang saya sampaikan.

Sering berbagai informasi A1 yang saya sampaikan menarik lawan bicara saya. Sehingga ia ingin tahu lebih banyak dan mendalam.

Saya yang tidak ada kepentingan apapun, menyampaikannya dengan lancar. Disertai data pendukung untuk menguatkan yang saya sampaikan. Itu sebagai info yang (mungkin) bermanfaat buat yang berkomunikasi dengan saya.

Keterbukaan saya yang bicara apa adanya, sering mengakrabkan dengan orang yang berkomunikasi dengan saya. Apalagi kalau minat dan ketertarikan kami pada bidang yang sama.

Banyak Kemudahan

Dengan niat sepenuhnya silaturahim dan banyak belajar, selama ini saya sering sekali mendapat rezeki tak terduga. Saya meyakini semua itu dari ALLAH SWT, sebagai hasil keikhlasan melakukan aktivitas positif tersebut.

Berkali-kali silaturahim yang saya lakukan memberikan rezeki. Nilainya melebihi materi berapa pun.

Saya mendapat banyak kemudahan dalam berbagai hal. Sementara mereka yang menginginkannya tidak memperolehnya.

Betapa bersyukur dan beruntungnya saya dengan semua perolehan dan pencapaian itu. Meski hal tersebut bukan menjadi target utama saya.

Semua rezeki itu, saya maknai sebagai cobaan. Harus konsisten menjaga niat, jangan sampai berubah apapun yang terjadi.

Silaturahim dan banyak belajar aktivitas yang sangat menyenangkan, membahagiakan, dan mengesankan sekali. Harus selalu rendah hati melaksanakannya agar hasilnya optimal.

Semoga kebiasaan positif ini menular ke banyak orang. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dari Medan saya ucapkan selamat berusaha untuk selalu menjaga niat dan konsisten melaksanakannya. Salam hormat buat keluarga.

06.00 26022026

Penulis adalah Pakar Komunikas dan Motivator Nasional