Paceklik Generasi Penerus, Federasi Tenis Swiss Belum Ubah Strategi

Petenis muda Swiss, Jérôme Kym, Dominic Stricker dan Henry Bernet. (Foto: J5 NEWSROOM.COM)

Laporan Kontributor J5NEWSROOM.COM di Swiss – Patrick Kaufmann

J5NEWSROOM.COM, Bern – Setelah Roger Federer mengundurkan diri tahun 2022, dan diikuti Stanilas Wawrinka di tahun 2024, hingga kini tidak ada lagi generasi penerusnya. Jika pun ada rangkingnya di bawah 100 ATP. Itulah yang kini terjadi di dunia tenis Swiss.

Nama yang digadang gadang menggantikan Roger Federer dan Stanilas Wawrika, seperti Leandro Riedi, Dominc Stricker, Jérôme Kym, Kilian Feldbausch dan Henry Bernet hingga kini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Cedera lutut dan punggung menghantui Dominic Stricker dan Jérôme Kym. Sedangkan Kilian Feldbausch dan Henry Bernet bernasib sama, terkerkah cidera. Akibatnya, rangking petenis muda Swiss ini melorot dibawah nomor 100 ATP.

Saat ini, publik pecinta Tenis Swiss hanya bisa menyaksikan trofi Grand Slam berpindah dari Novak Djokovic, Carlos Alcaraz atau Yanick Sinner. Stanilas Wawrinka yang masih mengayuh raket hingga Australia Open 2026 lalu, tidak bisa diharapkan lagi.

Kendati generasi penerus Roger Federer dan Stanilas Wawrinka masih jauh dari harapan, Federasi Tenis Swiss tidak mengubah strategi menyiapkan generasi penerus dua legenda di atas.

Beni Linder, pejabat Federasi Tenis Swiss mengaku tidak bisa berbuat banyak jika lambannya regenerasi itu karena banyaknya atlet muda yang cidera. “Program masih seperti biasa. Belum ada perubahan yang radikal untuk itu,” katanya kepada wartawan.

Editor: Saibansah