Iran Klaim Tangkap Pasukan AS, CENTCOM Sebut Itu Kebohongan

Iran Klaim Tangkap Pasukan AS. (Foto: Ist)

J5NEWSROOM.COM, Iran mengklaim telah menangkap sejumlah tentara Amerika Serikat di tengah meningkatnya konflik antara Teheran dengan Washington dan Israel. Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh militer Amerika melalui United States Central Command.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa ia menerima laporan yang menyebut beberapa tentara Amerika telah ditangkap selama eskalasi konflik terbaru.

“Telah dilaporkan kepada saya bahwa beberapa tentara Amerika telah ditawan,” kata Larijani dalam unggahan di media sosial X. Ia juga menuduh Amerika Serikat berupaya menutupi fakta tersebut dengan menyatakan bahwa para tentara itu tewas dalam pertempuran.

Larijani menambahkan bahwa upaya Washington untuk menyembunyikan kejadian itu tidak akan berhasil. Menurutnya, kebenaran pada akhirnya akan terungkap meskipun ada upaya untuk menutupinya.

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut memicu respons dari militer Iran, termasuk dari Islamic Revolutionary Guard Corps yang dilaporkan meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke sejumlah target yang dianggap strategis.

Larijani juga menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan Amerika Serikat melanggar garis merah negaranya dan menyatakan setiap tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional akan mendapatkan balasan.

Meski demikian, militer Amerika dengan cepat membantah klaim tersebut. Kapten Angkatan Laut Amerika Serikat, Tim Hawkins, menegaskan bahwa tuduhan Iran hanyalah propaganda.

“Rezim Iran melakukan segala yang mereka bisa untuk menyebarkan kebohongan dan menipu. Ini adalah contoh nyata lainnya,” kata Hawkins.

Pernyataan serupa juga disampaikan juru bicara United States Central Command yang menegaskan bahwa klaim Iran mengenai penangkapan tentara Amerika tidak benar.

“Klaim rezim Iran tentang penangkapan tentara Amerika adalah contoh lain dari kebohongan dan penipuan mereka,” ujar juru bicara tersebut.

Editor: Agung