
J5NEWSROOM.COM, Batam – Suasana buka puasa bersama (bukber) yang digelar Polda Kepri dengan insan pers di Hanggar Cakra Buana Samapta Polda Kepri, Kamis 12 Maret 2026, terasa berbeda. Beda banget dengan suasana bukber biasanya. Bukber di Polda Kepri ini layak disebut dengan ‘Super Bukber’ nan keren!
Bagaimana tidak? Tak hanya jumlah hadirin bukbernya yang mencapai ratusan orang. Mulai dari Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H dan jajarannya, tapi juga masyarakat umum plus puluhan booth UKMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang telah berjualan sejak kemarin. Harganya pun lebih murah dari super market. Bagaimana suasana ‘Super Bukber’ di Polda Kepri itu? Berikut ini catatan Pemimpin Redaksi J5NEWSROOM.COM, Saibansah Dardani.
Tanggal 11 Maret 2026 pukul 10:24 WIB saya mendapat undangan bernomor B/Und-78/III/HUM.6.1.1./2026/Bidhumas tanggal Batam, 9 Maret 2026 yang ditandatangani Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. Isinya, undangan bukber dengan Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin di Hanggar Cakra Buana Samapta Polda Kepri, Kamis 12 Maret 2026. Saya diundang sebagai Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Kepri.

BACA JUGA: Batam Teduh di Tengah Gejolak Nasional: Strategi Irjen Asep Memisahkan Minyak dan Air!
Usai sholat ashar, saya langsung menghadiri undangan tersebut. Begitu sampai di halaman Polda Kepri, tampak puluhan mobil sudah berjejer di pinggir jalan akses utama di depan Markas Polda Kepri. Itu pertanda pasti, tidak ada ruang untuk parkir mobil lagi di halaman dalam Mapolda Kepri. Fix, pasti penuh. Saya pun memarkirkan mobil di pinggir jalan yang sama.
Begitu saya berjalan melewati pintu pagar utama sisi kanan Mapolda Kepri, ternyata benar. Halaman Mapolda Kepri sudah ramai sekali sore itu. Apalagi di Hanggar Cakra Buana Samapta-nya. Ada bazar yang digelar sempena dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Polda Kepulauan Riau. Bazar ini jadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan kepada keluarga besar Polda Kepri dan masyarakat Kota Batam di bulan suci Ramadhan ini.
Sambil menunggu kedatangan Kapolda Kepulauan Riau Irjen Asep Safrudin dan jajarannya, saya menyaksikan kegiatan transaksi di booth-booth UMKM tampak begitu dinamis. Ada berbagai macam barang dan makanan yang diperjual-belikan. Khusus untuk kuliner, ada berbagai jenis makanan yang sangat josss disantap saat berbuka puasa.
BACA JUGA: Hari Pertama Kaki Menjejak di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta
Tak berapa lama, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin didampingi Wakapolda Kepri Anom Wibowo, Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Silvester M.M. Simamora, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Dr. Nona Pricillia Ohei dan para pejabat utama Polda Kepri hadir di area pembukaan ‘Super Bukber’.

Saat berdiri di podium, menyampaikan sambutannya, lulusan Akpol 1993 yang berpengalaman dalam bidang reserse itu menyebut satu persatu tamu undangan, mulai dari para ketua organisasi sampai pimpinan media. Inilah mereka yang namanya disebut jenderal bintang dua itu.
Ada Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kepri Gusti Yenosa, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Batam Indra Helmi, Kepala Stasiun TVRI Kepulauan Riau Yeni Marlinda, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Eddy Supriyatna dan Kepala Radio Republik Indonesia (RRI) Suhendra.
Saat menyebut nama saya, jenderal bintang dua kelahiran 15 Juni 1969 itu mengatakan, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani yang sebentar lagi akan berangkat haji. “Semoga perjalanan hajinya menjadi haji mabrur,” ujarnya.
Ternyata, mantan Kapolresta Barelang itu sudah mengetahui, bahwa saya telah lulus seleksi menjadi Petugas PPIH (Petugas Penyelenggara Haji Indonesia) Arab Saudi 2026.
BACA JUGA: Kapolda Kepri Ajak Jadikan Media Mainstream Rujukan Informasi Publik
Dan, pembahasan mengenai haji itu pun berlanjut saat kami duduk satu meja untuk berbuka puasa. Kebetulan, saya duduk berhadapan dengan Irjen Asep Safrudin. Saat itulah, jenderal yang ramah dan telah membangun silaturahmi dengan para wartawan itu, menuturkan pengalamannya saat menunaikan ibadah haji tahun 2018.
Memang, momen terberat yang menguras tenaga dan menuntut ketahanan fisik para jamaah haji itu adalah saat melempar jamarat di Mina selama tiga hari. Di sana, berkumpul jutaan jamaah haji dari seluruh dunia, di waktu yang sama. Padahal, sebelumnya mereka sudah wukuf di padang Arafah lalu bergerak mengumpulkan batu kerikil di Muzdalifah.

Selain itu, medan yang harus ditempuh oleh para jamaah haji dari satu titik lokasi lempar jumroh ke titik lainnya, harus menempuh jarak hingga 7 kilometer. Apalagi, kalau melewati jalur Mina Jadid.
BACA JUGA: Gus Menhaj Kukuhkan Ketua PWI Kepri Jadi Petugas Haji 2026
“Di Mina, rangsel saya itu isinya penuh air minum yang saya bawa untuk jamaah haji Indonesia,” ungkap Irjen Asep Safrudin usai menyantap kudapan buka bersama.
Padahal, saat itu, posisi Irjen Asep Safrudin bukanlah seorang petugas haji. Dia adalah jamaah haji Indonesia reguler yang sama dengan jamaah yang ditolongnya. Memang, di Mina kondisinya tidak sama seperti di Mekkah atau Madinah. Tidak ada orang jualan makan atau minuman. Sehingga, bantuan air minum yang diberikan mantan Wakapolda Kalimantan Barat itu sangat berarti bagi para jamaah haji.
Menyinggung soal keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 2026 ini yang masih terganjal situasi perang di kawasan Teluk, Kapolda Kepri itu memberikan optimisme yang menyejukkan hati saya. “InsyaAllah perang akan selesai sebelum musim haji tiba.”
Alhamdulillah.
Editor: Agung
