
J5NEWSROOM.COM – Batam terus menunjukkan geliat pertumbuhan sebagai salah satu kawasan strategis nasional yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia, Batam memiliki keunggulan geografis yang menjadikannya pusat investasi, industri, logistik, dan perdagangan di kawasan barat Indonesia.
Di tengah dinamika ekonomi global, Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat langkah percepatan pembangunan melalui peningkatan investasi, pembenahan layanan publik, serta penguatan konektivitas kawasan. Berbagai upaya tersebut dilakukan guna menjadikan Batam semakin kompetitif, modern, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penguatan investasi menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, Batam memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila didukung tata kelola yang baik, pelayanan yang cepat, serta kepastian hukum yang kuat.
“Batam memiliki posisi strategis yang sangat penting. Karena itu, kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat, responsif, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha,” ujar Amsakar.
Komitmen tersebut mulai tercermin dari berbagai capaian ekonomi Batam. Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 tercatat berada di atas rata-rata nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa Batam memiliki daya tahan ekonomi yang kuat dan tetap menarik bagi investor di tengah tantangan global.
Selain sektor industri dan manufaktur, investasi di Batam juga terus tumbuh di sektor jasa, pariwisata, perdagangan, serta pengembangan kawasan. Kepercayaan investor asing terhadap Batam pun terus meningkat, dengan sejumlah negara seperti Singapura, Taiwan, Tiongkok, Malaysia, dan Hong Kong menjadi kontributor utama investasi.
Untuk menopang pertumbuhan tersebut, BP Batam juga terus membenahi sektor kepelabuhanan dan logistik sebagai urat nadi perekonomian kawasan. Pada triwulan pertama 2026, volume bongkar muat peti kemas di pelabuhan Batam mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Aktivitas logistik yang terus tumbuh ini memperlihatkan semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul distribusi barang dan konektivitas perdagangan regional. Terminal Peti Kemas Batu Ampar menjadi salah satu pusat aktivitas utama yang menopang arus ekspor dan impor Batam.
“Pertumbuhan sektor logistik menunjukkan Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi,” kata Amsakar.
Tidak hanya pada sektor barang, layanan mobilitas penumpang juga menjadi perhatian serius BP Batam. Sepanjang triwulan pertama 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional Batam mengalami peningkatan. Jalur internasional menuju Singapura dan Malaysia masih menjadi rute favorit, sementara rute domestik juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal, BP Batam melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pelabuhan internasional seperti Batam Centre dan Harbour Bay. Peninjauan dilakukan guna memastikan pelayanan penumpang, sistem keimigrasian, serta kenyamanan pengguna jasa berjalan baik.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa peningkatan kinerja harus diiringi dengan pelayanan yang semakin profesional dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan citra Batam.
“Kami bersungguh-sungguh membenahi kualitas layanan di pelabuhan internasional. Kepercayaan wisatawan dan investor harus terus dijaga,” ujarnya.
Di sisi lain, BP Batam juga memperkuat tata kelola kelembagaan melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum. Salah satunya melalui kerja sama strategis dengan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan kepastian hukum bagi pembangunan kawasan dan memberikan rasa aman bagi investor yang menanamkan modalnya di Batam.
Selain investasi dan pelayanan, BP Batam juga terus memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan. Melalui berbagai program kemitraan dan kegiatan langsung di tengah masyarakat, BP Batam berupaya memastikan pembangunan yang dilakukan memberikan manfaat nyata bagi warga Batam.
Menurut Amsakar, pembangunan kawasan tidak hanya diukur dari tingginya angka investasi, tetapi juga sejauh mana kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.
“Kami ingin pertumbuhan Batam dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan pembangunan sosial,” katanya.
Dengan dukungan regulasi yang semakin kuat, posisi strategis wilayah, infrastruktur yang terus berkembang, serta sinergi antar-stakeholder, Batam diyakini akan terus tumbuh sebagai kawasan unggulan nasional.
Ke depan, BP Batam menargetkan percepatan digitalisasi layanan, peningkatan efisiensi birokrasi, perluasan investasi, serta penguatan konektivitas laut dan udara. Seluruh langkah tersebut diarahkan agar Batam semakin siap menjadi pusat perdagangan, investasi, dan industri modern di Asia Tenggara.
Batam hari ini bukan hanya kawasan perdagangan bebas, tetapi simbol optimisme pertumbuhan Indonesia di perbatasan. Dengan kerja kolaboratif dan arah pembangunan yang jelas, Batam bergerak maju menuju masa depan yang lebih kompetitif dan sejahtera.
Editor: Agung
