
J5NEWSROOM.COM, Madinah – Penerbangan haji kloter SUB-16 embarkasi Surabaya sempat mengalami kendala setelah pesawat yang ditumpangi harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Medan Sumatera Utara, Minggu (26/4/2026).
Pesawat maskapai Saudia dengan nomor penerbangan SV-5323 itu awalnya dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz pada hari yang sama pukul 16.05 WAS. Namun, di tengah perjalanan, pilot memutuskan melakukan pendaratan darurat akibat gangguan teknis pada sistem pesawat.
Meski sempat tertunda, seluruh jamaah yang berjumlah 380 orang dipastikan selamat tanpa korban. Selama masa penundaan, pihak maskapai menyediakan fasilitas penginapan dan konsumsi bagi jamaah.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, mengatakan seluruh jamaah akhirnya tiba di Madinah pada Selasa (28/4/2026) pukul 04.22 WAS dalam kondisi sehat. “Seluruh jamaah langsung diberangkatkan menuju hotel menggunakan sembilan bus,” ujar Basir.
Ia menjelaskan, proses transportasi dari bandara menuju hotel berjalan lancar. Bus pertama diberangkatkan sekitar pukul 05.15 WAS, sementara bus terakhir berangkat pukul 05.35 WAS.
Setibanya di Madinah, jamaah kloter SUB-16 yang terdiri dari 376 jamaah dan 4 petugas ditempatkan di Hotel Assaafa Golden, sektor 3. Tidak ada laporan jamaah yang mengalami gangguan kesehatan.

Selain memenuhi kebutuhan dasar selama penundaan, maskapai juga memberikan cinderamata kepada seluruh jamaah sebagai bentuk pelayanan tambahan.
Insiden ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam operasional penerbangan haji. Keputusan pendaratan darurat diambil sebagai langkah preventif demi menjaga keamanan seluruh penumpang.
Secara terpisah, otoritas penyelenggara haji menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan. Hingga saat ini, proses kedatangan jamaah haji di Madinah dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan terkendali.
Sementara itu, seorang penumpang pesawat maskapai Saudia dengan nomor penerbangan SV-5323 dari kloter SUB-16 embarkasi Surabaya, Husnul Mudjtahid kepada Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani mengungkapkan, pesawat yang ditumpanginya itu memang sempat mendarat di Bandara Kualanamu Medan untuk mengisi bahan bakar. “Katanya untuk mengisi bahan bakar mas, menunggu sekitar 1 jam di pesawat, lalu terbang lagi,” ujarnya.
Husnul menambahkan, tidak ada yang beda dari penerbangan pesawat yang dinaikinya itu dengan pesawat lain. Tidak ada ketegangan apa pun selama penerbangan. Saat take-off maupun landing juga biasa. Hanya memang waktu perjalanan ke Madinah jagi lebih lama. “Cuma agak capek, terlalu lama di pesawat,” ungkap guru di sebuah sekolah di Surabaya itu mengakhiri.
Editor: Saibansah Dardani
