
J5NEWSROOM.COM, Madinah – Anggota Amirul Hajj yang juga Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, mengajak jamaah haji Indonesia menjadikan pelaksanaan ibadah haji sebagai momentum untuk membangun budaya ramah lingkungan, khususnya melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai selama berada di Tanah Suci.
Menurut Ilfi, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah. Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya ditentukan oleh kelancaran pelaksanaan ritual, tetapi juga oleh terbentuknya kesadaran jamaah dalam menjaga hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan.
“Menjaga kebersihan lingkungan itu bagian dari ibadah,” ujar Ilfi dalam media briefing di Kantor Daker Madinah, Kamis (5/6/2026).
Sebagai upaya mengurangi timbulan sampah plastik, syarikat yang ditunjuk pemerintah telah membagikan tumbler kepada jamaah. Penggunaan wadah minum isi ulang tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada air minum kemasan sekali pakai.
Meski demikian, Ilfi menilai pemanfaatan tumbler oleh jamaah masih perlu ditingkatkan. Karena itu, edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai sebelum keberangkatan hingga selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
Ia juga mendorong pihak penyelenggara untuk memastikan ketersediaan fasilitas air minum isi ulang, terutama di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Dengan tersedianya dispenser atau titik pengisian ulang air minum, tumbler yang telah dibagikan dapat digunakan secara optimal sehingga volume sampah plastik dapat ditekan.
Menurut Ilfi, penerapan kebiasaan tersebut secara konsisten akan menjadi contoh bahwa nilai-nilai keagamaan juga mencakup kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Selain itu, ia mengusulkan agar pembagian tumbler dilakukan sejak jamaah tiba di hotel, bukan hanya menjelang keberangkatan ke Armuzna. Langkah tersebut dinilai dapat membantu jamaah membiasakan penggunaan tumbler dalam aktivitas sehari-hari selama menjalankan ibadah haji.
Pada kesempatan yang sama, anggota Amirul Hajj, KH Asep Saifuddin Chalim, menilai pelayanan yang diberikan petugas haji dari pemerintah sudah berjalan baik. Namun, ia mencatat masih terdapat perbedaan kualitas pelayanan antara petugas yang telah mengikuti pelatihan terpusat dan petugas lainnya di lapangan.
Menurut Asep, petugas penyelenggara ibadah haji yang telah menjalani pendidikan dan pelatihan mampu memberikan layanan yang optimal kepada jamaah. Sementara itu, koordinasi dan kapasitas sebagian petugas dari daerah masih perlu ditingkatkan agar pelayanan kepada jamaah dapat berjalan lebih selaras dan efektif.
Editor: Saibansah Dardani
