
J5NEWSROOM.COM, Bintan – Direktur PT Bintan Inti Sukses (Perseroda) atau PT BIS, Mukhamad Rofik, menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bintan yang dipimpinnya sejak akhir Januari 2024 berhasil memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Saat mulai menjabat, PT BIS berada dalam posisi merugi Rp 5 miliar. Dalam kurun waktu 2 tahun 4 bulan, kerugian tersebut telah tertutupi dan perusahaan mencatat keuntungan Rp 390 juta hingga akhir Mei 2026.
Rofik menjelaskan, saat awal menjabat nilai ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 13,7 miliar. Angka tersebut menunjukkan posisi minus Rp 5 miliar dari modal awal perusahaan yang sebesar Rp 18,7 miliar.
Pada tahun 2024, PT BIS membukukan laba bersih Rp 2,35 miliar. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh auditor independen Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dengan opini wajar. Sementara pada tahun 2025, perusahaan mencatat laba bersih Rp 2,48 miliar yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Irfan Abdulrahman Hasan Salipu & Darmawan, juga dengan opini wajar.
Hingga akhir Mei 2026, PT BIS kembali mencatat laba bersih sebesar Rp 562 juta. Dengan demikian, total laba bersih yang berhasil dibukukan perusahaan selama 2 tahun 4 bulan mencapai Rp 5,39 miliar.
“Yang awalnya ekuitas Rp 13,7 miliar, saat ini menjadi Rp 19,1 miliar karena ditambah laba bersih Rp 5,39 miliar yang dihasilkan dalam 2 tahun 4 bulan. Apabila dikurangkan dengan modal awal Rp 18,7 miliar, saat ini mencatat untung Rp 390 juta,” kata Rofik di Toapaya, Kamis (11/6/2026).
Rofik mengaku optimistis hingga akhir tahun 2026 perusahaan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 1,2 miliar. Dengan capaian tersebut, PT BIS ditargetkan dapat menyetorkan dividen sebesar Rp 1 miliar kepada pemegang saham.
“Mulai awal tahun 2027 PT BIS sebagai BUMD Bintan diharapkan dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen Rp 1 miliar yang berasal dari laba bersih tahun 2026. Dan setiap tahunnya semoga meningkat terus,” ujar Rofik.
Rofik, yang telah berkecimpung selama 19 tahun di berbagai sektor industri, mulai dari Santan Kara, pariwisata di Lagoi, media massa, hingga usaha penyewaan aset dan pengelolaan pasar, menilai capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.
Menurut dia, dukungan pemegang saham yang terdiri dari Bupati Bintan, Sekretaris Daerah, serta Kepala Bagian Ekonomi selaku pembina perusahaan, turut berkontribusi terhadap perbaikan kinerja PT BIS. Selain itu, perusahaan juga memperoleh bimbingan dari komisaris, Inspektorat Kabupaten Bintan, serta pendampingan dari Kejaksaan Negeri Bintan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepulauan Riau, dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam.
“Dan yang menjadi kunci adalah kekompakan karyawan,” kata Rofik.
