Kolaborasi Petugas dan Rindu Pulang, Percepat Koordinasi Pemulangan Jemaah Haji

Kepala Sektor 3 Madinah, Irfan Darmawan Syah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

J5NEWSROOM.COM, Madinah – Kelancaran proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Tanah Air tidak lepas dari kolaborasi antara petugas sektor, ketua kelompok terbang (kloter), dan kepala rombongan (karom). Sinergi tersebut dinilai berperan penting dalam menciptakan ketertiban dan mempercepat pergerakan jemaah menuju bandara.

Kepala Sektor 3 Madinah, Irfan Darmawan Syah, menyampaikan apresiasi kepada para ketua kloter dan karom yang telah membantu mengoordinasikan jemaah selama proses keberangkatan dari hotel menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah.

Menurut Irfan, koordinasi yang baik di lapangan memungkinkan petugas mengantisipasi berbagai kebutuhan jemaah sehingga proses pemulangan berlangsung lebih tertib dan terorganisasi.

“Peran ketua kloter dan karom sangat membantu dalam menjaga ketertiban jemaah saat proses keberangkatan menuju bandara,” ujar Irfan kepada Media Center Haji di Madinah, Sabtu (20/6/2026).

Ia menuturkan, keberhasilan proses pemulangan tersebut memberikan kesan tersendiri bagi para petugas yang selama ini mendampingi jemaah sejak tiba di Tanah Suci. Di balik kelancaran operasional, para petugas juga merasakan haru saat melepas kepulangan jemaah ke Indonesia.

Irfan mengatakan, kerinduan terhadap Tanah Air menjadi salah satu faktor yang mendorong jemaah bergerak lebih cepat dan disiplin saat jadwal keberangkatan tiba. Banyak jemaah, kata dia, telah bersiap lebih awal sebelum waktu yang ditentukan oleh petugas.

“Kami melihat jemaah cenderung lebih sigap. Ketika diinformasikan jadwal keberangkatan, mereka sudah mempersiapkan barang bawaan lebih awal,” katanya.

Selain faktor psikologis berupa keinginan untuk segera kembali ke Indonesia, Irfan menyebut terdapat faktor teknis yang turut mempercepat proses pemulangan. Salah satunya adalah pengangkutan koper bagasi besar yang dilakukan dua hari sebelum keberangkatan.

Dengan sistem tersebut, jemaah hanya perlu membawa koper kecil yang kemudian dikumpulkan di lokasi yang telah ditentukan sebelum berangkat ke bandara. Kondisi ini membuat proses naik bus dan mobilisasi jemaah menjadi lebih cepat dibandingkan fase-fase sebelumnya.

“Karena koper besar sudah dikirim lebih awal, pergerakan jemaah menjadi lebih ringan dan proses keberangkatan ke bandara bisa berlangsung lebih lancar,” ujar Irfan.

Ia berharap koordinasi antara petugas dan kedisiplinan jemaah dapat terus terjaga hingga seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Indonesia dari Madinah selesai dilaksanakan.

Editor: Saibansah Dardani