
J5NEWSROOM.COM, Surabaya – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengusung KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 pada Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, kemudian diperkuat melalui rapat koordinasi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Dari 45 PCNU di provinsi itu, sebanyak 42 cabang menyatakan dukungan terhadap pencalonan pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, tersebut.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir mengatakan, penugasan kepada Gus Kikin merupakan hasil keputusan kolektif organisasi, bukan keinginan individu maupun kelompok tertentu.
“Penugasan Kiai Kikin merupakan hasil kesepakatan dalam rapat harian PWNU dan rapat koordinasi bersama PCNU. Seluruhnya sepakat berada dalam satu barisan,” ujar Abdul Matin dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Menurut Abdul Matin, Gus Kikin dinilai memiliki pengalaman yang memadai untuk memimpin organisasi. Selain merupakan cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, ia juga pernah mengemban berbagai amanah di tingkat PBNU maupun PWNU, aktif dalam kaderisasi, mengasuh pesantren, serta memiliki pengalaman di bidang usaha.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU, termasuk Qanun Asasi sebagai dasar organisasi.
Selain menetapkan calon Ketua Umum PBNU, forum tersebut juga menyepakati usulan 16 nama ulama untuk menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Forum AHWA nantinya bertugas memilih Rais Aam Syuriyah PBNU sekaligus memberikan pertimbangan dalam proses penetapan calon Ketua Umum PBNU.
Sejumlah nama yang diusulkan antara lain KH Anwar Mansyur, KH Ma’ruf Amin, KH Mustofa Bisri, KH Miftachul Akhyar, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, dan KH Said Aqil Siroj.
Menanggapi penugasan tersebut, Gus Kikin menegaskan dirinya tidak pernah mengajukan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU. Menurut dia, keputusan tersebut merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya menerima ini sebagai amanah organisasi. Saya ingin meneruskan tradisi para muassis dalam membangun NU dengan jiwa dan raga,” ujar Gus Kikin.
Apabila mendapat amanah memimpin PBNU, ia menyatakan akan menjadikan Qanun Asasi sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi. Ia juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menjaga persatuan menjelang Muktamar Ke-35.
“Kalau kita semua menyatu, insya Allah tidak ada perselisihan,” katanya.
Editor: Agung
