
J5NEWSROOM.COM, Tanjungpinang – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di kawasan Tugu Sirih Gurindam 12, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026), diwarnai kegiatan “Main Raya Anak Nusantara” yang mengajak ratusan anak kembali mengenal dan memainkan berbagai permainan tradisional.
Kegiatan tersebut dihadiri istri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda, bersama jajaran kementerian, pemerintah pusat, serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kehadiran Selvi disambut Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kepulauan Riau Dewi Kumalasari Ansar.
Selvi kemudian menyapa anak-anak yang telah memadati lokasi acara dan ikut memainkan sejumlah permainan tradisional, seperti kelereng, congklak, engklek, gasing, hingga lompat karet. Interaksi tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta yang memenuhi kawasan Tugu Sirih Gurindam 12.
Menurut Selvi, permainan tradisional memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak karena tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, disiplin, dan gotong royong.
“Anak-anak kita itu tidak melulu harus bermain dengan gadget. Banyak sekali nilai yang bisa dipelajari dari permainan tradisional, seperti gotong royong dan kekompakan,” ujar Selvi.
Ia mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Namun, penggunaan gawai perlu diimbangi dengan aktivitas bermain secara langsung agar anak tetap aktif berinteraksi dengan lingkungan dan teman sebayanya.
“Era digital tentu memiliki nilai positif, tetapi kita juga harus mengenalkan permainan di luar gadget kepada anak-anak kita,” katanya.
Selvi juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, termasuk melalui pengenalan permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter.
Menurut dia, permainan sederhana dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar bekerja sama, menghargai teman, serta membangun kebiasaan berinteraksi secara sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik orang tua, guru, maupun para pendamping, untuk mengajak anak menyeimbangkan aktivitas bermain tradisional dengan penggunaan gadget. Mari kita dukung tumbuh kembang anak agar menjadi generasi penerus Indonesia yang berkualitas,” ujar Selvi.
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap berbagai program ramah anak terus diperkuat, sekaligus mendorong pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.
Editor: Agung
