
J5NEWSROOM.COM – Ada kabar baik dari Batam. Singapura kembali menjadi negara dengan kontribusi investasi terbesar di Batam pada Triwulan II 2026. Di belakangnya terdapat Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia.
Data tersebut memperlihatkan satu hal penting bahwa Batam masih memiliki daya tarik kuat di mata investor asing, khususnya negara-negara di kawasan Asia. Keunggulan geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan berada di jalur perdagangan internasional, menjadi modal strategis yang tidak dimiliki semua daerah.
Namun, bagi J5NEWSROOM.COM, angka investasi yang besar tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri. Justru sebaliknya. Semakin besar investasi yang masuk, semakin besar pula tanggung jawab pemerintah dan seluruh stakeholder investasi untuk menjaga kepercayaan investor.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun atau sekitar 42,70 persen dari target tahunan Rp70 triliun. Realisasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp12,09 triliun.
Sementara dengan metode bottom up, BP Batam mencatat realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun atau 55,67 persen dari target Rp70 triliun. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa mesin investasi Batam masih bergerak.
Tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah kita sudah cukup serius merawat mesin tersebut agar terus bergerak dalam jangka panjang? Inilah yang menurut J5NEWSROOM.COM perlu menjadi perhatian bersama.
Jangan Hanya Bersemangat Menarik Investor
Kita tentu sepakat bahwa investasi merupakan salah satu motor penting perekonomian Batam. Investasi menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan sektor industri dan jasa, meningkatkan aktivitas perdagangan, memperluas peluang usaha, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik.
Karena itu, upaya BP Batam menarik investor baru patut diapresiasi. Namun, J5NEWSROOM.COM berpandangan bahwa semangat untuk menarik investasi asing harus diikuti semangat yang sama untuk merawat investasi asing yang sudah menanamkan modalnya di Batam.
Jangan sampai perhatian pemerintah dan stakeholder investasi terlalu besar diarahkan kepada calon investor, sementara investor yang sudah bertahun-tahun menjalankan usaha di Batam justru menghadapi persoalan yang tidak segera diselesaikan.
Investor lama juga harus mendapatkan pelayanan yang baik. Mereka harus memperoleh kepastian hukum. Mereka membutuhkan kepastian lahan. Mereka membutuhkan kepastian perizinan. Mereka membutuhkan infrastruktur yang mendukung kegiatan industri.
Dan yang tidak kalah penting, mereka membutuhkan rasa aman dan nyaman untuk mengembangkan usahanya. Investor yang sudah ada adalah bagian dari aset ekonomi Batam. Mereka bukan sekadar angka dalam laporan realisasi investasi.
Di belakang investasi tersebut ada pabrik, pekerja, rantai pasok, kontrak bisnis, UMKM yang menjadi pemasok, serta keluarga-keluarga yang kehidupannya bergantung pada keberlangsungan kegiatan ekonomi tersebut. Karena itu, menjaga investor yang sudah ada sesungguhnya sama pentingnya dengan menarik investor baru.
J5NEWSROOM.COM sepakat dengan pandangan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra bahwa peningkatan investasi harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian Batam. Investasi tidak boleh berhenti pada angka triliunan rupiah yang tercatat dalam laporan.
Ukuran keberhasilan investasi harus dilihat lebih jauh. Berapa banyak lapangan kerja yang tercipta? Berapa besar kontribusinya terhadap perekonomian daerah? Seberapa besar industri lokal terlibat dalam rantai pasok?
Seberapa besar UMKM Batam mendapatkan manfaat? Seberapa banyak tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan? Dan yang juga penting, apakah keberadaan investasi tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Batam?
Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang seharusnya menjadi bagian dari ukuran keberhasilan investasi. Kepala BP Batam Amsakar Achmad sebelumnya menegaskan bahwa pertumbuhan investasi harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.
Menurut Amsakar, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan merupakan bagian penting dari transformasi BP Batam untuk memberikan kepastian kepada investor. J5NEWSROOM.COM melihat arah kebijakan tersebut sebagai langkah yang tepat.
Posisi BP Batam sebagai single-window regulator di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam harus benar-benar dimanfaatkan untuk menciptakan pelayanan investasi yang cepat, sederhana, transparan, dan memberikan kepastian.
Batam Harus Menjadi Rumah yang Nyaman bagi Investor
J5NEWSROOM.COM mengajak seluruh stakeholder investasi di Batam untuk melihat investasi bukan semata-mata sebagai angka pencapaian. Investasi harus dipandang sebagai hubungan jangka panjang antara pemerintah, investor, pekerja, pelaku usaha, dan masyarakat.
Pemerintah membutuhkan investor. Investor membutuhkan kepastian pemerintah. Pekerja membutuhkan lapangan pekerjaan. Pelaku UMKM membutuhkan pasar. Dan masyarakat membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang nyata. Semua kepentingan tersebut harus bertemu dalam satu ekosistem ekonomi yang sehat.
Karena itu, ketika Singapura, Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia terus mempercayakan modalnya kepada Batam, kepercayaan tersebut harus dijaga sebaik mungkin. Jangan hanya sibuk menyambut investor baru, tetapi lupa menyapa dan mendengarkan investor yang sudah lama berada di Batam.
Jangan hanya mengejar angka realisasi investasi, tetapi lupa memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat. Jangan hanya membangun kawasan industri, tetapi lupa membangun manusia yang bekerja di dalamnya. Dan jangan hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi lupa memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Batam.
J5NEWSROOM.COM sepakat dengan ajakan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra bahwa pembangunan Batam membutuhkan kepercayaan dan kerja sama pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat.
Karena itu, J5NEWSROOM.COM mengajak semua pihak bersama-sama menjaga iklim investasi Batam agar investor nyaman dan aman dalam menjalankan usahanya di Batam. Pemerintah harus memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor. Dan memastikan investasi memberi manfaat bagi masyarakat Batam.
Suai?
