Jejak Operasi Datuk Huzrin Hood di Badan Intelijen Negara

Ki-Ka: Ramon Damora (Ketua Dewan Pakar PWI Kepri), Muchdi PR, Saibansah Dardani (Ketua PWI Kepri) dan Datuk Huzrin Hood. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Tanjungpinang – Buku setebal 430 halaman yang merekam perjalanan hidup, pemikiran, perjuangan, dan pengabdian Datuk Huzrin Hood itu tidak hanya jadi momentum bagi keluarga besar Bin Hood untuk bersilaturahmi. Tetapi, juga ajang reuni tokoh sentral perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu dengan jaringannya di BIN (Badan Intelijen Negara).

Ada mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono yang hadir secara virtual untuk menyampaikan pesan berikut ini:

“Saya, Jenderal Purnawirawan Hendropriyono mengucapkan selamat ulang tahun ke-70 kepada sahabat saya, Huzrin Hood, seorang pejuang yang bersama teman-temannya dulu mendirikan Provinsi Kepri. Saya ingat masa lalu dan mungkin akan diceritakan lebih luas, komprehensif oleh bapak Muchdi PR. Beliau dulu sebagai Mayor Jenderal TNI dan anggota Deputi di Badan Intelijen Negara. Beliau nanti akan banyak menyampaikan sejarah indah Kepri yang diukir oleh sahabat saya, Huzrin Hood. Dalam usia 70 tahun, kamu telah mengukir sejarah Indonesia, terutama Kepri. Jayalah selalu, saudaraku Huzrin Hood, bahagialah selalu, sehat walafiat, dan panjang umur.”

Hadir pula mantan Deputi Kepala BIN, Muchdi Purwoprandjono alias Muchdi PR yang menyampaikan testimoni pengalamannya bersama Datuk Huzrin Hood. “Saya ingat, sekitar 25 tahun lalu, saya bersama dengan sahabat saya Huzrin Hood berjuang untuk mencegah pergerakan Riau Merdeka,” ungkap mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ke-16 itu.

Lalu, apa sebenarnya hubungan antara Datuk Huzrin Hood dengan BIN?

“Saya berhasil mempertemukan Kepala BIN Hendropriyono dan Dubes Luhut Binsar Panjaitan dengan Ho Ching, istri mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong di Hotel Shangri-La Singapura. Saat itulah, Dubes Luhut bilang, Huzrin ini sudah layak diangkat jadi agen utama.”

Datuk Huzrin Hood memberikan bukunya kepada mantan Deputi BIN Muchdi PR. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

Begitu ungkap Datuk Huzrin Hood, Sabtu 31 Oktober 2026 pagi, menjawab wartawan J5NEWSROOM.COM, Saibansah Dardani di Tanjungpinang. Setelah semalam sukses meluncurkan buku biografinya berjudul “Ketika Langkah Menjadi Sejarah: 70 Tahun Huzrin Hood” di Balai Adat Indera Perkasa, LAM (Lembaga Adat Melayu) Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (30/10/2026) malam.

Tentunya, ada banyak operasi lain yang dilakukan Datuk Huzrin Hood. Sejak masih menjadi sebagai agen pertama, hingga akhirnya dipromosikan menjadi agen utama. Setidaknya, ada dua operasi besar yang dilakukan Datuk Huzrin Hood. Pertama, adalah operasi mencegah pergerakan Riau Merdeka. Kedua, operasi pembentukan Provinsi Kepri.

“Operasi BIN itulah yang mempercepat pembentukan Provinsi Kepri, tujuannya untuk menggagalkan pergerakan Riau Merdeka,” ungkap mantan Bupati Bintan yang ramah itu.

Demi melancarkan operasi intelijen tersebut, Datuk Huzrin Hood beberapa kali menghadiri rapat khusus di markas BIN di Pejaten Jakarta Selatan. Semua operasi tersebut dipimpin langsung dari pengendali di Pejaten.

“Sudah ya, saya mau mulai acara Majelis Istiadat Pengurniaan Darjah Kebesaran Kesultanan Bintan Darul Masyhur,” kata agen utama BIN itu mengakhiri perbincangannya.

Editor: Alia Safira