Nasi Bakar Cakalang, Obrolan Hangat, dan Silaturahmi di Rumah Dinas Kajati Maluku

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana bersama Kajati Maluku Agoes Soenanto Prasetyo dan pengusaha otomotif sukses Maluku, Roberth Tanamal. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Ambon – Suasana Jumat siang (2/5/2025) di rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku terasa berbeda dari biasanya. Udara Ambon yang hangat berpadu dengan aroma khas dari nasi bakar cakalang yang mengepul di atas meja makan. Sajian istimewa itu bukan sekadar menu makan siang biasa—ia menjadi medium silaturahim, tempat gagasan dan kehangatan bertukar cerita.

“Silakan dimakan nasi bakar cakalangnya. Sengaja saya siapkan buat Pak Aqua dan Pak Roberth,” ujar Kajati Maluku Agoes Soenanto Prasetyo, menyambut dua tamu spesialnya, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dan pengusaha otomotif sukses di Maluku, Roberth Tanamal.

Kedatangan keduanya ke rumah dinas Kajati di Ambon bukan tanpa alasan. Ini adalah bagian dari jalinan silaturahim yang erat dan hangat, yang makin terasa kuat dalam balutan kesederhanaan dan keramahan khas Maluku.

Bersama Dr Aqua dan Roberth, Agus juga ditemani tiga pejabat utamanya: Kabag Tata Usaha Ariyanto Novindra, serta dua Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus, I Ketut Suarbawa dan I Bagus Putra Gede Agung. Mereka duduk bersama, menikmati hidangan, sembari terlibat dalam diskusi ringan namun berbobot tentang berbagai isu aktual yang sedang berkembang.

Nasi bakar cakalang yang disajikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan rasa rumah yang akrab. Dibalut daun pisang dan dibakar perlahan, nasi gurih itu berpadu dengan suwiran ikan cakalang pedas yang menggoda selera. Harum asap dari daun pisang terbakar membawa kenangan akan dapur-dapur sederhana di pesisir Maluku.

Sebagai penutup, es puter hadir menemani percakapan. Lembut dan tidak terlalu manis, es puter di rumah dinas Kajati ini menjadi simbol penyejuk—baik di mulut maupun dalam suasana yang semakin cair antara tuan rumah dan tamu.

Obrolan mereka mengalir santai, membahas soal komunikasi strategis, peran penegakan hukum, hingga geliat ekonomi lokal di Maluku. Semua dibicarakan dengan semangat kolaboratif yang akrab namun tetap hangat dalam nuansa kenegaraan.

Menjelang sore, Agus harus bergegas ke Bandara Pattimura untuk terbang ke Jakarta. Dr Aqua dan Roberth pun berpamitan. “Terima kasih banyak Pak Agus untuk diskusinya,” ucap mereka bersamaan, disambut senyum lebar sang Kajati.

Di antara nasi bakar, es puter, dan percakapan yang penuh makna, silaturahim itu pun berlanjut—bukan hanya dalam ingatan, tapi juga dalam langkah nyata membangun komunikasi dan kolaborasi demi kemajuan Maluku.

Apakah Anda ingin versi cetak feature ini disiapkan dalam format PDF atau naskah presentasi juga?

Editor: Agung