
J5NEWSROOM.COM, Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menyerang kapal yang terafiliasi dengan Israel di Selat Hormuz menggunakan drone.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan tersebut berhasil menghantam kapal kontainer bernama MSC Ishyka hingga menyebabkan kebakaran. Insiden itu diumumkan melalui akun resmi mereka pada Sabtu, 4 April 2026.
Berdasarkan data pelacakan maritim, MSC Ishyka merupakan kapal kontainer berbendera Liberia dengan panjang sekitar 208 meter yang saat itu berada di perairan Teluk Persia. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait klaim serangan tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Serangan balasan terus dilakukan Iran ke berbagai target yang dianggap terkait dengan kedua negara tersebut.
Selain aksi militer, Iran juga memperketat lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui lebih dari 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu distribusi energi dan mendorong lonjakan harga minyak.
Situasi yang terus memanas ini menambah tekanan pada stabilitas kawasan, sekaligus meningkatkan risiko konflik yang lebih luas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi internasional.
Sumber: Republika
Editor: Agung
