Jemaah Haji Bengkong Batam Ini Ingin Putrinya Jadi Petugas Haji

Bhery Hamzah, wartawan Radio Elshinta Jakarta dan Muhammad Umar Fudloli wartawan Berita Buana sedang memperbaiki aplikasi nusuk Rafiyan. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Madinah – Sabtu, 25 April 2026, pukul 1:30 WAS, saat beberapa Petugas MCH (Media Center Haji) PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 2026 usai melakukan liputan di kawasan Masjid Nabawi Madinah, seorang jemaah haji mendekat dan bertanya kepada Petugas MCH Saibansah Dardani mengenai aplikasi nusuknya.

“Saya belum masuk Raudhah, belum afdhol rasanya sampai ke Masjid Nabawi kalau belum sholat di taman surga itu,” ujar pria itu.

Setelah berbincang-bincang santai, ternyata pria tersebut adalah seorang jemaah haji asal Bengkong Kota Batam. Namanya Rafiyan.  

“Wah, tetangga kita pak, saya dari Sei Panas Batam.”

“Tolong dek, aplikasi nusuk saya tak bisa buat daftar masuk Raudhah,” pintanya.

Syukurlah, saat itu saya bersama dengan Bhery Hamzah, wartawan Radio Elshinta Jakarta dan Muhammad Umar Fudloli wartawan Berita Buana. Kebetulan, keduanya cukup mumpuni mengenai IT dan utak-atik aplikasi nusuk.

Rafiyan pun menyerahkan handphonenya.

Jemaah Haji Bengkong Batam Rafiyan bersama Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

“Tolong dibantu, dek ya.”

Ternyata, di dalam telepon genggam haji asal Bengkong Batam ini sudah ada tiga email untuk aplikasi nusuk. Barangkali, Rafiyan sudah mencoba berkali-kali untuk mengaktifkan aplikasi nusuknya agar bisa sholat dan berdoa tepat di samping makam Rasulullah itu.

Bhery dan cak Fudloli pun mengutak-atik telepon genggam Rafiyan.

Sambil menunggu aplikasi nusuknya beres, pria yang ternyata humoris itu menyampaikan keinginannya.

“Saya ingin putri saya bisa jadi petugas haji kayak kalian ini, saya senang lihat kalian bisa membantu jemaah haji, saya ingin saya anak seperti itu,” ujarnya.

“Mumpung putri saya masih belum menikah. Saat ini sudah hafal 27 juz, lulusan pesantren di Batam.”

Dari ekspresi wajahnya, nampak sekali Rafiyan sangat ingin melihat putrinya bisa menjadi petugas haji dan menolong para jemaah haji di tanah suci.

Tak berapa lama, Bhery dan cak Fudloli bertanya kepada Rafiyan.

“Bapak mau masuk Raudhah jam berapa?”

“Jam berapa sajalah, yang penting saya bisa masuk Raudhah.”

Akhirnya, Bhery dan cak Fudloli memberi saran agar dirinya memilih jam kunjungan masuk Raudhah itu pukul 03;40 WAS. Karena waktunya yang mendekati adzan subuh, jika beruntung bisa sholat subuh di Raudhah. Itu artinya, bisa lebih lama duduk ‘taman surga’ dan memanjatkan lebih banyak doa di tempat yang mustajab tersebut.

Rafiyan pun menerima saran itu. Dan aplikasi nusuknya pun sukses memberinya kesempatan untuk masuk Raudhah besok paginya.

“Sudah adikku, terima kasih supportnya, alhamdulillah.” Bunyi pesan pendek yang dikirim Rafiyan ke handphone saya, setelah dirinya sholat dan bermunajat di Raudhah, taman dari taman-taman surga itu.

Alhamdulillah.

Editor: Saibansah Dardani