Investasi Batam Melesat, Proyek AI Bernilai Puluhan Miliar Dolar Perkuat Posisi sebagai Pusat Ekonomi Digital Indonesia

Ilustrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). (Foto: Ist)

J5NEWSROOM.COM, Batam – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan semakin ketatnya persaingan investasi antarnegara, Batam terus memperlihatkan performa yang semakin impresif. Tidak hanya mencatat lonjakan realisasi investasi sepanjang 2025, Batam kini juga dipercaya menjadi lokasi pembangunan salah satu infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terbesar di Asia Tenggara.

Momentum tersebut menjadi indikator kuat bahwa Batam telah bertransformasi dari kawasan industri dan perdagangan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital yang semakin diperhitungkan di tingkat regional.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam sepanjang tahun 2025 mencapai Rp44,01 triliun, meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp25,46 triliun. Capaian tersebut juga melampaui target investasi nasional yang ditetapkan sebesar Rp36,9 triliun.

Sementara itu, berdasarkan metode perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up, nilai investasi yang berhasil direalisasikan bahkan mencapai Rp69,30 triliun, atau 115,5 persen dari target investasi BP Batam sebesar Rp60 triliun.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan investasi yang kompetitif.

“Data ini menunjukkan bahwa Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang kian menguat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” ujarnya.

Kepercayaan tersebut tidak hanya tercermin dari angka investasi, tetapi juga dari masuknya proyek-proyek strategis berteknologi tinggi.

Salah satunya adalah rencana investasi Firmus Technologies Pty Ltd. dari Australia yang akan membangun proyek pusat data AI pertama di Indonesia melalui kemitraan strategis bersama Nvidia Corp. dan DayOne dari Singapura.

Proyek berupa Nvidia DSX AI Factory berkapasitas 360 megawatt (MW) itu akan dibangun di Batam dengan target mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menyediakan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia selama periode 2027–2028 sehingga menjadi salah satu klaster GPU terbesar di Asia Tenggara.

Tidak hanya memperkuat posisi Batam dalam ekosistem AI global, proyek tersebut juga diperkirakan menghasilkan purchase agreement senilai US$25 miliar hingga US$30 miliar dalam enam tahun pertama operasionalnya.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai investasi tersebut menjadi tonggak penting transformasi ekonomi Batam menuju industri berbasis teknologi tinggi.

“Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global. Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” katanya.

Menurut Li Claudia, meningkatnya investasi di sektor digital membuktikan Batam memiliki kombinasi keunggulan yang semakin sulit ditandingi, mulai dari posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional, infrastruktur yang terus berkembang, hingga dukungan regulasi yang memberikan kepastian bagi investor.

Optimisme tersebut juga tercermin pada kinerja investasi awal tahun ini. Sepanjang Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp17,4 triliun, tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya investasi asing maupun domestik. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melonjak lebih dari dua kali lipat, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan investor yang berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Jepang.

Komposisi investasi yang masuk juga semakin berkualitas karena didominasi sektor manufaktur berteknologi tinggi, mesin dan elektronik, kimia dan farmasi, jasa modern, serta kawasan industri.

BP Batam menilai tren tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis yang terus dijalankan, mulai dari penyederhanaan layanan investasi, reformasi regulasi, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga perluasan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam menjadi 22 pulau melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Perluasan kawasan tersebut membuka ruang investasi baru di sektor industri, logistik, energi, pariwisata, hingga ekonomi digital masa depan.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung juga terus dipercepat, meliputi jalan, pelabuhan, bandara, penyediaan air bersih, jaringan listrik, konektivitas digital, instalasi pengolahan limbah, hingga berbagai fasilitas pelayanan publik.

Amsakar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan investasi merupakan dua pilar yang saling menguatkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Batam.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang datang memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”

Dengan capaian investasi yang terus meningkat dan masuknya proyek AI berskala global, Batam kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional, tetapi juga semakin mengukuhkan diri sebagai pusat ekonomi digital, teknologi, dan investasi masa depan Indonesia yang siap bersaing di tingkat regional maupun global.

Editor: Agung