
J5NEWSROOM.COM, Karimun – PT Timah Tbk Area Kundur memberikan edukasi sekaligus simulasi penanganan kebakaran kepada para santri Pondok Pesantren Darul Furqan di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Pondok (MALL) Tahun Ajaran 2026/2027. Dalam pelatihan itu, para santri dibekali pengetahuan mengenai penyebab kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta teknik dasar memadamkan api secara aman dan benar.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Furqan, H. Choirur Rosid, mengatakan edukasi mitigasi bencana penting diberikan sejak dini agar para santri memiliki bekal saat menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan pesantren maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama yang diajukan pihak pesantren kepada PT Timah dan mendapat respons positif.
“Kami ingin para santri memahami potensi bahaya kebakaran sekaligus mengetahui cara penanggulangannya. Alhamdulillah, PT Timah mendukung kegiatan ini dan kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar Choirur Rosid.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai mitigasi bencana diharapkan dapat membentuk sikap tanggap para santri sehingga mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
Pelatihan tersebut juga mendapat respons positif dari para peserta. Salah seorang santri, Rasyid, mengaku memperoleh pengalaman baru karena sebelumnya belum pernah mengikuti pelatihan penanganan kebakaran.
“Saya baru masuk pesantren, jadi kegiatan ini sangat berkesan. Sekarang saya mengetahui fungsi alat pemadam kebakaran dan cara menggunakannya dengan benar serta aman,” kata Rasyid.
Melalui kegiatan tersebut, PT Timah menyatakan komitmennya untuk mendukung dunia pendidikan, tidak hanya melalui peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga dengan menumbuhkan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di kalangan generasi muda.
Editor: Agung
