Kepala Kemenhaj Kota Surabaya Bekali Para Petugas Haji Lima Amanah

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Surabaya, Sururil Faizin (keempat dari kanan) foto bersama dengan para peserta Rakor Persiapan Operasional Embarkasi/Debarkasi, di Hotel Royal Regentris Cendana Surabaya, Selasa (7/4/2026).  (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM, Surabaya – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Surabaya menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Embarkasi/Debarkasi, di Hotel Royal Regentris Cendana Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Rakor yang dibuka oleh Kepala Kantor Kemenhaj Kota Surabaya, Sururil Faizin itu mengundang 70 orang petugas haji, baik petugas kloter maupun petugas PPIH Arab Saudi 2026. Hadir juga Penanggung Jawab Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nurwathoniyah dan jajarannya.

Setidaknya ada lima poin amanah yang disampaikan Sururil Faizin kepada para petugas haji dalam pertemuan tersebut. Pertama, para petugas haji harus bermental kuat. Mulai sekarang sudah dipersiapkan mental untuk menghadapi segala kondisi di Arab Saudi.

“Jangan sampai ada yang ‘cinlok’ alias cinta lokasi ya. Karena nanti di sana akan bertemu dengan orang yang sama, dari pagi sampai malam. Ini yang harus diwaspadai, jangan sampai terjadi lagi. Karena tahun 2019 lalu, ada petugas yang dipulangkan karena kasus ‘cinlok’ ini,” papar Sururil Faizin, memberi tekanan khusus.

Kedua, berkomitmen kuat pada pelayanan jemaah haji. Tidak ada niat lain bagi para petugas haji, selain memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jemaah haji Indonesia. Apalagi, di kloter Surabaya terdapat jemaah tertua berusia 97 tahun. Kemudian, ada sebanyak 37 jemaah masuk kategori prioritas lansia yang telah dilengkapi pendamping serta tenaga kesehatan.

Penanggung Jawab Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nurwathoniyah. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

“Kita berharap dari 2.518 orang jamaah haji dari Kloter Surabaya nanti hajinya mabrur semua, InsyaAllah, kita juga akan mendapatkan pahala haji mabrur itu, kami yang tidak berangkat juga berharap yang sama,” ungkap wanita yang akrab disapa bu Uril itu.

Ketiga, fokus ramah lansia. Sesuai dengan tagline penyelenggaraan ibadah haji 2026 ini adalah ‘Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Tagline ini adalah komitmen Kemenhaj untuk memastikan pelayanan, fasilitas, dan bimbingan ibadah yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh kelompok jemaah, khususnya yang membutuhkan perhatian khusus.

“Ingat, setiap gerak gerik kita itu terus dipantau. Apalagi ini di tahun pertama kita Kemenhaj melaksanakan kegiatan ibadah haji ini,” tambahnya.

Keempat, membangun sinergi dan disiplin, patuh pada hukum dan peraturan. Patuhi peraturan di Arab Saudi, khususnya bagi para petugas yang merokok. “Tolong janganlah merokok dengan pakai baju seragam petugas, apalagi di tempat yang dilarang. Ini ada petugas merokok di halaman Masjid Haram pakai baju petugas,” ujar Sururil Faizin, mengingatkan.

Kelima, para petugas haji itu membawa nama baik bangsa Indonesia. Di sana akan bertemu dengan para jemaah haji dari seluruh dunia. “Jadi, tolong jaga nama baik bangsa Indonesia ya,” tegas Kepala Kemanhaj Kota Surabaya itu mengakhiri pembekalannya.

Para petugas haji PPIH Arab Saudi 2026 dan petugas PPIH Kloter Surabaya. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

Dalam rakor tersebut, Penanggung Jawab Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nurwathoniyah yang menjadi salah satu nara sumber mengungkapkan, hingga Sabtu (4/4/2026), lebih dari 2.000 jemaah calon haji asal Kota Surabaya telah menuntaskan tahapan vaksinasi wajib sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ibadah haji 2026.

Proses vaksinasi dilakukan di puskesmas sesuai domisili masing-masing jemaah dan kini memasuki tahap akhir pendataan.

Nurwathoniyah penanggung jawab kesehatan haji Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyampaikan, ada dua vaksinasi yang wajib dilakukan para jemaah calon haji sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan No. HK.02.02/a/1206/2025, yakni vaksin meningitis meningokokus dan polio.

“Vaksinasi meningitis untuk jemaah Surabaya sudah kita laksanakan waktu puasa Ramadan, sebelum hari raya,” ujarnya.

Selain vaksinasi wajib sesuai surat edaran dari Kemenkes, para jemaah juga melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai syarat wajib dari Pemerintah Arab Saudi.

Pada proses ini, ungkap Nurwathoniyah, vaksinasi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Sebab, diketahui sekitar 200 jemaah belum memenuhi persyaratan vaksin Covid-19, sementara layanan vaksinasi Covid-19 secara mandiri belum tersedia.

Pihaknya kemudian menyampaikan hal tersebut ke Dinkes Jatim untuk diteruskan ke Pusat Kesehatan Haji. Ini dilakukan agar para jemaah bisa memenuhi ketiga syarat wajib vaksinasi.

Editor: Saibansah Dardani