Enam Kali PWI Bintan Bedah Rumah: Kali Ini Rumah Apek Kim Leng di Desa Sebong Lagoi

Sekda Kabupaten Bintan Roni Kartika didampingi Ketua PWI Provinsi Kepri Saibansah Dardani, Ketua PWI di Kabupaten Bintan Harjo, menyerahkan kunci rumah kepada Kim Leng, di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Jumat (4/9/2026). (Foto: PWI Kepri)

J5NEWSROOM.COM, Bintan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program bedah rumah.

Kali ini, PWI Bintan membangun rumah layak huni bagi Kim Leng, seorang warga lanjut usia yang hidup seorang diri di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan.

Rumah tersebut diserahkan kepada Kim Leng dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (4/9/2026).

Program ini menjadi kegiatan bedah rumah keenam yang dijalankan PWI Bintan sejak program tersebut dimulai pada 2021 untuk momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2022.

Ketua PWI Kabupaten Bintan Harjo mengatakan, program bedah rumah awalnya dirancang sebagai kegiatan sosial yang dilaksanakan setiap momentum HPN.

Namun, pada 2026 PWI Bintan memutuskan melaksanakan dua program bedah rumah sekaligus. Selain menyambut HPN 2026, program kedua dilaksanakan untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. “Biasanya kami melaksanakan setiap memperingati Hari Pers Nasional (HPN), namun tahun ini kami berikan satu kegiatan lagi sempena HUT RI ke-81 dengan tema nasionalisme membawa pers lebih kuat,” kata Harjo.

Program bedah rumah PWI Bintan pertama kali dilakukan untuk rumah Karno alias Pak Kumis di Kampung Sakera, Kecamatan Teluk Sebong, pada 2021. Program tersebut kemudian diserahterimakan dalam rangkaian HPN 2022.

Pada awal pelaksanaannya, program ini sempat diragukan sejumlah pihak. Namun, PWI Bintan berhasil merealisasikan pembangunan rumah tersebut.

Program kedua menyasar rumah Misadiah di RT 03/RW 01, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya. Rumah tersebut menjadi sasaran program dalam momentum HPN 2023.

Bupati Bintan Roby Kurniawan ketika itu memberikan apresiasi terhadap kepedulian sosial PWI Bintan dan berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut.

Program ketiga kemudian menyasar rumah seorang warga lanjut usia yang akrab disapa Oma di Kampung Jawa, Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur.

Setelah itu, program bedah rumah PWI Bintan berlanjut pada 2025. Kali ini penerimanya adalah Fahrul Rozi atau Roni beserta keluarganya di Kampung Ekang Laut, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong. Rumah keluarga tersebut diselesaikan dan diserahkan pada Februari 2025 dalam rangka HPN ke-79.

PWI Bintan kemudian kembali menjalankan program bedah rumah untuk menyambut HPN 2026. Penerimanya adalah Wira dan keluarganya di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam.

Rumah Wira sebelumnya telah dibangun, tetapi mangkrak selama sekitar delapan tahun karena keterbatasan biaya. Keluarga tersebut bahkan harus tinggal di rumah kontrakan.

Program keenam menjadi bagian yang berbeda karena dilaksanakan dalam momentum HUT Kemerdekaan RI. Penerimanya adalah Kim Leng, warga lanjut usia yang hidup seorang diri di Desa Sebong Lagoi.

Harjo mengungkapkan, kondisi fisik Kim Leng menjadi salah satu pertimbangan utama PWI Bintan untuk kembali turun tangan. Selain sudah lanjut usia dan hidup seorang diri, kondisi rumah Kim Leng sebelumnya dinilai tidak layak untuk ditempati.

Menurut Harjo, terdapat keterbatasan regulasi pemerintah untuk memberikan bantuan melalui program rumah tidak layak huni (RTLH) kepada Kim Leng. “Secara regulasi pembangunan rumah ini tidak bisa dibantu oleh pemerintah. Maka kami berinisiatif membangun rumah untuk Pak Kim Leng yang sebatang kara,” ujarnya.

Pembangunan rumah dimulai sejak akhir Juni dan selesai pada 31 Agustus 2026. Rumah tersebut berukuran 6 meter x 6 meter dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Bangunan menggunakan lantai semen serta dilengkapi atap dan pondasi yang kokoh. Total biaya pembangunan mencapai sekitar Rp 60 juta.

Dana tersebut berasal dari kas PWI Bintan, dukungan mitra kerja, serta sumbangan lebih dari 50 donatur. Program tersebut sebelumnya sempat mengalami penyesuaian waktu pengerjaan. Pada pertengahan Agustus 2026, progres pembangunan dilaporkan mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus.

Masih menurut Harjo, kondisi Kim Leng membuat PWI Bintan merasa perlu mengambil peran meskipun bantuan pemerintah memiliki keterbatasan regulasi.

Menurut dia, kepedulian terhadap warga lanjut usia dan kelompok rentan tidak semestinya berhenti hanya karena persoalan administratif. “Usianya sudah lanjut dan hidup sebatang kara. Kami melihat kondisi rumahnya dan kami tidak tega. Kita juga akan tua nantinya,” kata Harjo.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Kepri Saibansah Dardani mengapresiasi konsistensi PWI Bintan menjalankan program tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan PWI Bintan ini. Di Indonesia, hanya PWI Bintanlah yang rutin menggelar kegiatan bedah rumah untuk warga yang betul-betul membutuhkan bantuan ini,” ujar pria yang akrab disapa cak Iban itu.

Ditambahkan cak Iban, ini membuktikan bahwa peran organisasi profesi pers tidak hanya berkaitan dengan kegiatan jurnalistik semata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial.

Pemkab Bintan Dorong Kolaborasi

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Roni Kartika juga mengapresiasi program bedah rumah yang dilakukan PWI Bintan.

Menurut Roni, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan rumah tidak layak huni dapat ditangani melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha dan lembaga sosial. “Kami mengapresiasi dan terharu dengan apa yang dilakukan PWI Kabupaten Bintan. Ke depan kami akan memfasilitasi bagaimana program ini dapat bekerja sama dengan Pemkab Bintan,” kata Roni.

Penyerahan rumah Kim Leng ditandai dengan pemberian kunci kepada penerima manfaat. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Polres Bintan, Pemerintah Kabupaten Bintan, para donatur serta mitra kerja PWI Bintan.

Bagi PWI Bintan, program bedah rumah bukan sekadar kegiatan tambahan di luar tugas jurnalistik. Program tersebut telah berkembang menjadi bentuk pengabdian sosial yang dilakukan secara konsisten.

Dari satu rumah di Kampung Sakera hingga rumah Kim Leng di Sebong Lagoi, sedikitnya enam keluarga telah menjadi penerima manfaat program bedah rumah PWI Bintan.

Konsistensi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pers tidak hanya hadir untuk memberitakan persoalan masyarakat, tetapi juga dapat ikut mencari jalan keluar bagi persoalan yang dihadapi warga.

Editor: Alia Safira