Tajuk J5NEWSROOM.COM: Ujian Warga Batam Hari Ini; Dikepung Asap, Listrik Mati, Air Mampet, Internet Ngadat!

Warga Batam numpang ngecas dan numpang dingin di Mega Mall sambil lesehan. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

J5NEWSROOM.COM – Senin, 12 Oktober 2026 pukul 11.10 WIB. Suara merdu pramugari maskapai penerbangan Citilink dengan nomor QG925, menenangkan para penumpang pesawat. Sesaat setelah pesawat yang menerbangkan mereka dari Bandara Kualanamu Medan itu mendarat di Bandara Hang Nadim Batam.

“Para penumpang yang terhormat, harap duduk kembali, karena listrik di Batam mati, sehingga layanan garbarata tidak dapat dioperasikan, mohon agar duduk kembali kita menunggu tangga manual.” 

Salah satu penumpang pesawat itu adalah, Ketua Dewan Penasehat PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Kepri, Marganas Nainggolan. 

“Lama juga kami menunggu tangga manual itu, sekitar lima belas menit,” ujarnya kepada J5NEWSROOM.COM, Senin (12/10/2026). 

‘Sambutan keprihatinan’ tersebut, adalah salah satu ujian bagi Marganas dan para penumpang pesawat lain yang landing di Bandara Hang Nadim Batam hari ini. 

Padahal, sebagai salah satu objek vital nasional, bandara dan rumah sakit, semestinya tidak boleh sampai terdampak listrik mati. “Listrik di Bandara Hang Nadim tidak mati, tapi AC-nya panas,” tambah wartawan senior Provinsi Kepri itu lagi. 

Memang, sejak pukul 07.00 WIB, pasokan aliran listrik warga Batam terganggu. Apa penyebabnya? Tidak ada yang tahu. Kecuali Manajemen PLN Batam sendiri. Karena dari beberapa kali rilis berita yang disampaikan PLN Batam, tidak disebutkan informasi penyebab terganggunnya pasokan listrik warga Batam. Kecuali, diksi yang menyebutkan: gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman meluas. 

Bahkan, seorang petinggi PLN Tanjungpinang sampai menghubungi J5NEWSROOM.COM, menanyakan informasi penyebab matinya listrik di Batam. Tapi, sekali lagi, jawabnya hanya PLN Batam yang tahu.

Meski demikian, PLN Batam bergerak cepat untuk menuntaskan gangguan pasokan listrik tersebut. Sebagai langkah penanganan proaktif di lapangan, PLN Batam tidak hanya berfokus pada penormalan jaringan distribusi, tetapi juga menerjunkan petugas secara langsung untuk melakukan pengecekan serta pendampingan kondisi genset pelanggan, khususnya di lokasi-lokasi objek vital dan fasilitas pelayanan publik. Langkah ini diambil guna memastikan pasokan listrik cadangan tetap aman dan berfungsi optimal selama proses penormalan sistem berlangsung.

Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, mengatakan, hingga pukul 08.49 WIB, upaya percepatan pemulihan bertahap telah membuahkan hasil. Sejumlah jaringan distribusi berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan listrik ke beberapa wilayah di Kota Batam. PLN Batam memberikan perhatian khusus pada percepatan pemulihan fasilitas publik strategis, seperti rumah sakit, bandara, pelabuhan, serta objek vital masyarakat lainnya.

“Prioritas utama kami saat ini adalah percepatan penormalan sistem kelistrikan. Petugas teknis kami difokuskan penuh di lapangan untuk mengembalikan pasokan listrik secara bertahap dan aman. Selain itu, petugas kami juga bergerak mendampingi dan mengecek kesiapan genset pelanggan agar pelayanan publik tetap berjalan,” ujar Rudi.

J5NEWSROOM.COM mengapresiasi langkah gerak cepat alias gercep manajemen PLN Batam itu. Tetapi, hingga pukul 17.30 WIB, sebagian besar warga Batam belum menikmati aliran listrik. Ini ujian kesabaran bagi warga Batam. Bagi warga Batam yang kadar kesabarannya tinggi, mereka tetap bertahan di rumah dengan kepengapan akibat cuaca Batam yang hari ini cukup terik. Tidak ada hujan turun. Ditambah dengan kabut asap tebal yang memaksa stakeholder pendidikan di Kota Batam meliburkan anak-anak untuk sekolah.

Toilet di Megal Mall ditutup untuk pengunjung. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

Bagi warga Batam yang tidak tahan gerah di rumah, mereka berduyun-duyun nge-mall. Ngadem dan numpang ngecas, meski tidak belanja. Mereka duduk bergerombol di tiang-tiang mall yang menyediakan colokan aliran listrik. Salah satunya di Mega Mall Batam Center. Di setiap tiang yang ada colokan listriknya, ada sekitar 7-10 orang duduk bersama, dengan kabel roll panjang. Mereka ngecas handphone dan laptop bersama-sama. Sambil bercengkerama, tertawa riang. Colokan listrik menyatukan mereka. 

Ujian pertama warga Batam hari ini adalah dikepung asap di luar rumah. Ini sudah berlangsung sejak berhari-hari lalu. Di dalam rumah gerah. Lalu, ujian itu makin lengkap dengan aliran air bersih yang ikutan mampet. Lalu, disempurnakanlah ujian itu dengan internet yang ngadat. Pokoknya, ujian warga Batam hari ini, seperti ujian paripurna! Apakah setelah ujian ini mereka bakal naik kelas? Ntahlah.

Syukurnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam pun juga bergerak cepat berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan pasokan listrik yang mengalami gangguan di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan gangguan, terutama dalam menjaga keberlangsungan layanan pada objek vital seperti rumah sakit, bandara dan fasilitas pelayanan publik lainnya.

“BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” kata Ariastuty di Batam Centre, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, gangguan listrik berdampak pada operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), sehingga produksi dan distribusi air berpotensi terganggu atau mengalami penurunan tekanan.

Saat ini, pihaknya bersama mitra mengoptimalkan dengan penggunaan genset di IPA namun hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air. 

Disebutkan, pemadaman listrik (PLN Off) berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, yaitu Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa dan DK 1–5.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih baru. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan hingga pasokan listrik kembali normal.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH,” papar Ariastuty.

J5NEWSROOM.COM prihatin atas ujian warga Batam hari ini yang bertubi-tubi. Tidak hanya warga biasa yang terkena dampaknya. Tetapi juga kalangan industri dan para pengusaha kuliner. 

Seorang pengusaha asal Jakarta, Selamet, saat berbincang dengan J5NEWSROOM.COM di Mega Mall mengatakan, dirinya sudah berputar mencari spot untuk bisa berkomunikasi. Tetapi, sebagian besar area di Kota Batam, jaringan internetnya ngadat. 

“Di Mega Mall ini sepertinya sinyal bagus, karena dekat dengan Pelabuhan Batam Center dan Kantor BP Batam yang punya satelit sendiri,” ujar pengusaha asal Surabaya itu. 

Lalu, seorang pekerja di kawasan industri Kara Batam Center mengatakan, hari ini dirinya dan teman-temannya kerja setengah hari. Karena pihak manajemen hanya mampu mengoperasikan pabriknya setengah hari. Itu pun setelah membeli 9 ton solar untuk menjalankan mesin produksinya. “Bos hanya mengoperasikan 22 mesin saja, sisanya tidak operasi, karena genset tidak mampu,” ujarnya. 

Melihat begitu beratnya beban ujian kesabaran warga Batam hari ini, J5NEWSROOM.COM berpendapat, semestinya ada kompensasi dari PLN Batam untuk warga Kota Batam ini. Karena dampak blackout yang menyeluruh di Kota Batam, yang merambat hingga ke Tanjungpinang dan Bintan itu, tidak boleh hanya dipandang peristiwa biasa. 

Bagi stakeholder aparat penegak hukum dan Kamtibmas serta Kominda Batam, tidak boleh menutup mata untuk melihat kemungkinan kejadian ini sebagai sebuah sabotase. Entah oleh siapa dan apa targetnya. Tetapi, di kedai-kedai kopi, selentingan isu adanya dugaan sabotase itu sudah mulai terdengar. 

Apalagi, jika pemulihan aliran listrik ini sampai berlarut-larut hingga dua atau pun tiga hari. Karena yang terpukul akibat ‘sabotase’ ini bukan hanya warga Batam, tetapi juga kalangan industri, pariwisata dan pengusaha restoran. Bukankah lebih baik sedia payung sebelum hujan?

Suai?