Selalu Sabar Menyikapi Pesawat Terlambat Berangkat di Indonesia

Pesawat Lion Air JT 268 dari Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur menuju Tarakan, Kalimantan Utara yang terlambat berangkat. (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Oleh Dr Aqua Dwipayana

J5NEWSROOM.COM, Surabaya – Selama 19 tahun terakhir aktivitas saya dari bandar udara (bandara) ke bandara. Bahkan sebelum Covid-19, dalam seminggu saya bisa naik pesawat delapan sampai sepuluh kali. Rutenya ke banyak kota baik di Indonesia maupun mancanegara.

Begitu seringnya naik pesawat, aktivitas karena pekerjaan, sehingga saya sudah terbiasa dengan kondisi di bandara. Juga keterlambatan pesawat dan beragam hal lainnya.

Saat menuju bandara, saya sudah mempersiapkan diri menghadapi kondisi terburuk. Misal tidak jadi berangkat karena pesawat yang mau saya naiki rusak. Bisa juga karena faktor cuaca sehingga pesawatnya tidak bisa terbang dan mendarat.

Menyikapi itu yang telah pernah saya alami semua kejadian tersebut, saya selalu bersikap sabar. Sambil mengambil hikmahnya. Bisa lebih lama berada di kota tempat menunggu keberangkat pesawat.

Tidak hanya itu. Saya tetap bersyukur dengan kejadian tersebut. Saya yakin sekali ada rahasia Tuhan Di balik kejadian yang saya alami.

Mengalami Keterlambatan

Hari ini, Minggu (5/5/2024), saya kembali mengalami keterlambatan pesawat. Rencananya sore pukul 16.40, saya naik pesawat Lion Air JT 268 dari Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur menuju Tarakan, Kalimantan Utara.

Acara utama di Tarakan memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Utara dan silaturahim ke teman-teman di sana. Dirpolairudnya Kombes Pol Bambang Wiriawan telah menyiapkan acaranya.

Bambang yang bersama jajarannya berprestasi beberapa kali menangkap penyeludup Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya (narkoba) dari Malaysia, telah menyusun acaranya secara detil. Mulai saya tiba di Bandara Juwata Tarakan hingga meninggalkan kota itu.

Informasi dari pihak Lion Air, pesawat yang mau saya naiki rusak. Sehingga harus ganti pesawat.

Rencananya menggunakan pesawat pengganti dari Manado. Mendarat di Bandara Juanda sekitar pukul 20.30. Sehingga paling cepat pukul 21.00.

Saat ini terminal 1 Bandara Juanda sudah mulai sepi. Sebagian besar penumpang telah berangkat ke tujuan masing-masing.

Ditemani mantam Station Manager Lion Group Surabaya Kolid Widodo, saya dengan sabar menanti keberangkatan ke Tarakan. Apa pun yang terjadi, tetap saya syukuri.

Alhamdulillah…

Dari Bandara Juanda saya ucapkan selamat menyikapi semua kejadian dan mengambil hikmahnya.

Salam hormat buat keluarga.

Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional