Kunjungi Asrama Haji Pondok Gede, Gus Irfan Tinjau Langsung Diklat PPIH Arab Saudi

Gus Irfan berdialog dengan peserta Diklat PPIH Arab Saudi saat kunjungan mendadak di Asrama Haji Pondok Gede. (Foto: MCH)

J5NEWSROOM.COM, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melakukan kunjungan mendadak ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Kedatangan pria yang akrab disapa Gus Irfan itu tidak diketahui sebelumnya oleh panitia penyelenggara.

Saat ini, Asrama Haji Pondok Gede tengah digunakan sebagai lokasi Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang berlangsung sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026.

Setibanya di lokasi, Gus Irfan langsung meninjau sejumlah gedung asrama yang ditempati peserta diklat. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan beberapa peserta untuk melihat langsung kondisi fasilitas serta pelaksanaan pelatihan.

Gus Irfan menilai kebersihan gedung asrama sudah cukup baik, namun tetap meminta agar hal tersebut terus ditingkatkan. Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari pembentukan sikap petugas haji.

Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kondisi asrama selama mengikuti diklat, termasuk mematikan listrik, pendingin ruangan, dan air saat meninggalkan kamar.

Selain meninjau fasilitas, Gus Irfan turut memperhatikan konsumsi peserta. Ia menyempatkan diri melihat menu sarapan dan menilai makanan yang disajikan sudah cukup lengkap dan memenuhi kebutuhan gizi.

Menu yang tersedia, kata dia, terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayuran, serta buah-buahan.

Sementara itu, salah seorang peserta Diklat PPIH Arab Saudi, Habibi, mengaku senang mengikuti rangkaian pelatihan tersebut. Ia mengatakan, keikutsertaannya kali ini menjadi pengalaman pertama sebagai calon petugas haji.

Menurut Habibi, meski diklat dijalankan dengan konsep semi militer, pelaksanaannya tidak menimbulkan kesulitan. Ia justru merasakan manfaat dari pembinaan kedisiplinan dan latihan fisik yang diberikan oleh instruktur dari TNI dan Polri.

Habibi menilai, suasana pelatihan berlangsung cukup nyaman. Para pelatih dinilainya ramah dan dekat dengan peserta, serta tetap memberikan waktu istirahat yang memadai.

Ia juga menyebutkan bahwa fasilitas konsumsi selama diklat telah disiapkan dengan baik, termasuk makanan utama dan kudapan pada pagi serta sore hari.

Dengan adanya latihan baris-berbaris dan olahraga rutin, Habibi menilai diklat tersebut berperan penting dalam membangun kesiapan fisik, mental, dan kekompakan para calon petugas haji.

Editor: Agung