Saibansah Dardani tegaskan jaga integritas dan Kompetensi sebagai kebanggaan insan pers

J5NEWSROOM.COM – Perjalanan insan pers tidak pernah berjalan di jalur yang mudah. Di balik tugas menyampaikan informasi kepada publik, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kebenaran, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat. Di era derasnya arus informasi dan tekanan ekonomi media, peran pers justru kian krusial sebagai penjaga akal sehat publik.
Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi ruang refleksi penting bagi seluruh insan pers di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau. Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, HPN ke-80 ini menegaskan kembali bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai pilar demokrasi yang ikut menentukan arah pembangunan bangsa dan daerah.
Tema tersebut menekankan tiga hal utama. Pertama, pers yang sehat, yakni pers yang profesional, independen, dan kredibel, bekerja berdasarkan fakta serta menjunjung tinggi etika jurnalistik. Kedua, pers yang berdampak pada ekonomi, di mana industri media dituntut mampu berdiri mandiri, berdaulat secara ekonomi, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan. Ketiga, pers yang memperkokoh bangsa, dengan peran strategis dalam menjaga persatuan, melawan disinformasi, dan memperkuat daya tahan masyarakat di tengah tantangan informasi modern.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau, Saibansah Dardani, menghimbau serta menegaskan bahwa tema HPN 2026 harus menjadi panduan nyata bagi wartawan dan pengusaha industri pers, bukan sekadar slogan seremonial.
“Sesuai tema HPN 2026, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, maka kita sebagai wartawan dan pengusaha industri pers di Kepri harus bergerak bersama-sama, seiring melangkah,” ujar Saibansah.
Ia menekankan pentingnya peran pengurus PWI untuk terus konsisten menegakkan Undang-Undang Pers, mematuhi Kode Etik Jurnalistik, serta mengikuti seluruh ketentuan Dewan Pers. Menurutnya, hanya dengan menjaga integritas dan kompetensi, insan pers dapat tetap tegar dan tegak dalam menjalankan tugas utamanya.
“Menjaga integritas dan kompetensi adalah kunci agar kita tetap kokoh menjalankan tugas sebagai wartawan, pilar keempat demokrasi. Di situlah letak kebanggaan terbesar kita sebagai insan pers,” tegasnya.
Di tengah tantangan tekanan ekonomi media, intervensi kepentingan, hingga maraknya informasi menyesatkan, insan pers dituntut tetap berdiri pada nilai-nilai dasar jurnalistik: kebenaran, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial. Lika-liku tersebut menjadi ujian sekaligus pembeda antara pers yang sekadar hadir, dan pers yang benar-benar berperan membangun bangsa dan daerah.
Melalui peringatan HPN 2026, insan pers diharapkan tidak hanya mengenang sejarah, tetapi memperkuat komitmen untuk terus menjaga marwah profesi. Karena pers yang sehat akan melahirkan ekosistem informasi yang kuat, ekonomi media yang berdaulat, dan pada akhirnya, bangsa yang tangguh menghadapi segala tantangan zaman.
Editor: Agung
