
J5NEWSROOM.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah hingga akhir sesi pertama perdagangan, Rabu (4/3/2026). Berdasarkan data RTI, IHSG turun 343,19 poin atau 4,32 persen ke level 7.596,57.
Pada perdagangan pagi, indeks sempat merosot lebih dalam hingga menyentuh level 7.584,85. Adapun posisi tertinggi yang sempat dicapai berada di 7.897,81.
Pergerakan saham didominasi tren penurunan. Sebanyak 713 saham melemah, 63 saham menguat, dan 37 saham stagnan.
Seluruh sektor tercatat terkoreksi. Sektor bahan baku memimpin pelemahan dengan penurunan 8,03 persen, diikuti transportasi 6,8 persen, barang konsumen nonprimer 5,6 persen, dan infrastruktur 5,07 persen.
Sektor energi turun 4,82 persen, industri 4,46 persen, barang konsumen primer 3,62 persen, properti 3,34 persen, keuangan 2,97 persen, teknologi 2,06 persen, serta kesehatan 2,22 persen.
Nilai transaksi hingga pertengahan hari tercatat Rp 18,1 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 35,07 miliar saham dan frekuensi 2.123.098 kali transaksi.
Di jajaran saham dengan penurunan terdalam, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) turun 14,91 persen ke Rp 1.370. Disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) yang melemah 14,81 persen ke Rp 3.280, serta PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) yang terkoreksi 14,78 persen ke Rp 196.
Sementara itu, saham dengan kenaikan tertinggi ditempati PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang melonjak 24,59 persen ke Rp 1.140. Kemudian PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik 22,69 persen ke Rp 3.190 dan PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) menguat 22,62 persen ke Rp 3.740.
Tekanan terhadap IHSG antara lain dipengaruhi sentimen global. Pelaku pasar mencermati eskalasi konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berpotensi mengganggu stabilitas energi dunia.
Ketegangan meningkat setelah perang antara AS dan Israel melawan Iran mengganggu jalur strategis Selat Hormuz, rute vital yang mengalirkan sekitar seperlima konsumsi minyak global serta sejumlah besar gas.
Laporan menyebutkan pengiriman energi melalui jalur tersebut nyaris terhenti akibat pertempuran. Iran bahkan menyatakan selat itu tertutup dan mengancam akan menyerang kapal yang melintas. Setidaknya lima kapal tanker dilaporkan rusak, dua awak tewas, dan sekitar 150 kapal tertahan di kawasan perairan antara Iran dan Oman.
Di tengah situasi itu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan langkah mitigasi dengan menawarkan jaminan asuransi serta pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker dan kapal lain yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut diklaim untuk mencegah krisis energi global dan menjaga distribusi tetap berjalan sehingga tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi dapat dikendalikan.
Sumber: Wartaekonomi
Editor: Agung
