Pengamat Minta Pemerintah Maksimalkan Alternatif Impor BBM untuk Jaga Stok

Ilustrasi BBM. (Foto: Ist)

J5NEWSROOM.COM, Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berdampak pada jalur distribusi energi global dinilai berpotensi memengaruhi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Karena itu, pemerintah diminta memaksimalkan alternatif impor dari sejumlah negara untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi, mengatakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral perlu memastikan kecukupan stok BBM nasional. Menurutnya, cadangan yang ada saat ini diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan selama 21 hari.

“Saya kira 21 hari itu kalau kondisinya normal, dengan kondisi dinamis yang perang semacam ini, kemudian juga dalam menghadapi hari raya dalam beberapa hari lagi, saya kira saya perkirakan itu gak akan mencukupi, sehingga perlu tambahan sampai stok aman,” ujar Fahmi dalam keterangannya yang dikutip Jumat, 6 Maret 2026.

Ia menilai penutupan salah satu jalur distribusi minyak terbesar di dunia, yaitu Selat Hormuz, akibat konflik yang terjadi tidak berarti Indonesia tidak memiliki solusi untuk menjaga pasokan energi.

“Dalam konteks supply, meskipun Selat Hormuz itu sudah ditutup, saya kira Indonesia masih punya alternatif lain impor,” tuturnya.

Fahmi menambahkan Indonesia masih dapat mencari sumber impor dari negara lain yang tidak melewati kawasan konflik. Beberapa opsi yang dapat dipertimbangkan antara lain pasokan dari kawasan Afrika maupun Amerika.

“Apakah dari Afrika atau dari Amerika yang tidak melewati Selat Hormuz, atau bisa juga beli di pasar sport di Singapura,” kata Fahmi.

Editor: Agung