
J5NEWSROOM.COM, Madinah – Gelombang kedatangan jamaah haji Indonesia mulai memadati Madinah sejak Rabu (22/4/2026). Di antara para tamu Allah itu, sosok Sarjo Utomo (71), seorang petani tuna netra asal Kulonprogo, menjadi potret keteguhan dalam menunaikan ibadah haji.
Setibanya di kota yang dikenal sejuk dan teduh tersebut, Sarjo tidak menunjukkan tanda kelelahan meski baru menempuh perjalanan udara hampir 10 jam dari Bandara Yogyakarta International Airport menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz. Dengan suara lantang, ia masih mampu berbincang sambil menikmati kurma di penginapan.
Sarjo merupakan satu dari sekitar 203.000 jamaah haji reguler Indonesia pada musim 2026. Warga Srikaya, Sentolo, Kulonprogo itu telah kehilangan penglihatan sejak usia 37 tahun akibat infeksi herpes yang menyerang kedua matanya. Meski demikian, pendengaran dan daya ingatnya tetap kuat.
Putri keduanya, Sri Murtina (44), menuturkan penyakit tersebut bermula dari infeksi di sekitar mata yang kian memburuk hingga menyebabkan kebutaan total. Upaya pengobatan yang dilakukan kala itu tidak membuahkan hasil.
Kondisi tersebut tak menyurutkan langkah Sarjo dalam beribadah maupun bekerja. Ia tetap menekuni profesinya sebagai buruh tani. Dari hasil kerja kerasnya, Sarjo menabung hingga mampu membeli tanah dan rumah, sekaligus mendaftar haji bersama sang istri pada 2012.
Namun, keinginan berhaji bersama istri tidak terwujud setelah sang istri wafat pada 2024. Kesempatan mendampingi Sarjo akhirnya diambil oleh Sri, yang telah lebih dulu terdaftar sebagai jamaah sejak 2018.
Untuk melunasi biaya haji, Sarjo bahkan rela menjual tanah yang dibelinya pada 1990. Hasil penjualan tersebut tidak hanya mencukupi biaya perjalanan haji, tetapi juga membantu pendidikan cucunya yang tengah menempuh studi di Universitas Gadjah Mada.
Sempat muncul kekhawatiran terkait kondisi fisik Sarjo, terutama kemampuannya berjalan jauh mengingat sebagian besar rangkaian ibadah haji bersifat fisik. Namun, kekhawatiran itu berangsur hilang seiring adanya dukungan petugas serta fasilitas seperti kursi roda.
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa penyelenggaraan haji 2026 mengedepankan prinsip ramah bagi lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas. Dari total kuota 221.000 jamaah Indonesia, sekitar 47.384 di antaranya merupakan lansia dan 513 merupakan penyandang disabilitas.
Sarjo menjadi salah satu contoh jamaah disabilitas yang tetap bertekad menunaikan rukun Islam kelima. Dengan dukungan layanan yang tersedia, diharapkan seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan aman hingga kembali ke Tanah Air.
Editor: Saibansah Dardani
