
J5NEWSROOM.COM, Madinah – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menggelar Survei Kepuasan Jemaah Haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 14.000 kuesioner disebarkan kepada jemaah untuk mengukur kualitas layanan haji tahun ini.
Wakil Ketua Tim Survei Kepuasan Jemaah Haji BPS, Nur Ikhlas, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap musim haji. Pada tahun ini, pelaksanaan survei tetap dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk.
“Tahun ini kita memiliki kementerian baru, yaitu Kementerian Haji dan Umrah. Namun tetap bekerja sama dengan BPS untuk melakukan survei kepuasan layanan haji Indonesia,” ujar Ikhlas di Madinah, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, survei ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan jemaah terhadap penyelenggaraan ibadah haji, baik selama di Makkah maupun Madinah.
“Tujuan utamanya agar pelayanan kepada tamu Allah bisa semakin baik, sehingga jemaah merasa nyaman selama menjalankan ibadah,” katanya.
Menurut Ikhlas, sebanyak 14.000 jemaah dari berbagai embarkasi dan kelompok terbang (kloter) menjadi responden dalam survei ini. Mereka diminta mengisi kuesioner yang mencakup berbagai aspek layanan haji.
Proses pendistribusian kuesioner dilakukan dengan melibatkan ketua kloter, ketua rombongan, serta berkoordinasi dengan kepala sektor di masing-masing daerah kerja, baik di Madinah, bandara, maupun Makkah.
“Konsepnya kami berkoordinasi dengan kepala sektor terlebih dahulu, kemudian melalui ketua kloter untuk mendistribusikan kepada jemaah,” ujarnya.
Ia mengakui, peran ketua kloter sangat membantu kelancaran distribusi kuesioner. Sejak pelaksanaan survei sekitar 10 hari terakhir, seluruh ketua kloter dinilai aktif memfasilitasi penyebaran kuesioner kepada jemaah.
“Kerja samanya sangat baik. Bahkan banyak ketua kloter yang langsung membantu membagikan kuesioner kepada jemaah,” katanya.
Jika ketua kloter berhalangan, distribusi dilakukan melalui ketua rombongan atau ketua regu. Sebanyak tujuh petugas lapangan BPS turut diterjunkan untuk memastikan proses berjalan lancar.
Ikhlas menambahkan, pengolahan data survei dilakukan di Arab Saudi. Hasilnya akan disajikan dalam bentuk Indeks Kepuasan Haji yang nantinya dirilis di Indonesia.
“BPS akan berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk menentukan waktu rilis Indeks Kepuasan Haji,” ujarnya.
Editor: Saibansah Dardani
