KH Shodiq Hamzah Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026 Dinilai Lebih Baik, Layanan Jamaah Meningkat

Pengasuh Pondok Pesantren Asshodiqiah Semarang, KH Dr (HC) Shodiq Hamzah usai berbincang dengan Tim MCH PPIH Arab Saudi 2026 di Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026).

J5NEWSROOM.COM, Madinah – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dinilai mengalami peningkatan significan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hingga hari ke-13 operasional haji, kualitas layanan kepada jamaah disebut semakin membaik.

Pengasuh Pondok Pesantren Asshodiqiah Semarang, KH Dr (HC) Shodiq Hamzah, mengatakan perbaikan terlihat sejak proses keberangkatan hingga kedatangan jamaah di Arab Saudi.

“Pelayanan penyelenggaraan haji tahun ini meningkat lebih baik dibanding sebelumnya. Mulai dari embarkasi hingga penginapan, layanan mampu mengurangi kelelahan jamaah,” ujar Shodiq saat ditemui MCH (Media Center Haji) 2026 di Madinah, Senin (4/5/2026).

Menurut dia, layanan akomodasi sejak dari embarkasi hingga tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz sudah tertata dengan baik. Salah satu perubahan yang dirasakan adalah pengelolaan barang bawaan jamaah yang kini lebih praktis.

Jamaah tidak lagi direpotkan mengurus koper secara mandiri. Setibanya di penginapan, koper telah diantarkan oleh petugas sehingga jamaah tidak perlu lagi mengangkat barang sendiri.

“Jamaah yang sudah lelah selama perjalanan tidak semakin kelelahan karena koper sudah ditangani petugas,” katanya.

Selain itu, waktu tunggu jamaah di bandara juga disebut lebih singkat dibandingkan sebelumnya, baik saat keberangkatan dari Tanah Air maupun saat tiba di Madinah.

“Dulu jamaah bisa menunggu berjam-jam di bandara. Sekarang prosesnya jauh lebih cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian embarkasi seperti Solo, Jakarta, Makassar, dan Surabaya telah menerapkan skema Makkah Route. Melalui sistem ini, proses administrasi keimigrasian dilakukan di Indonesia sehingga setibanya di Arab Saudi, jamaah dapat langsung menuju bus dan melanjutkan perjalanan ke penginapan.

Dari sisi konsumsi, Shodiq menilai kualitas makanan juga mengalami peningkatan. Jamaah tidak perlu lagi menyiapkan makanan sendiri karena telah disediakan oleh pihak penyedia layanan yang bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah.

“Nasi dan lauk sudah baik dan sesuai. Perbedaan rasa itu wajar karena selera setiap orang berbeda,” ujar ulama berusia 72 tahun yang sudah 47 kali menunaikan ibadah haji itu.

Ia juga menilai kinerja petugas haji semakin profesional. Para petugas telah mendapatkan pelatihan intensif sebelum diberangkatkan, sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik di lapangan.

Meski demikian, ia mengingatkan jamaah untuk tetap bersabar dalam menghadapi dinamika selama pelaksanaan ibadah haji.

“Penyelenggaraan haji selalu memiliki tantangan. Kuncinya adalah kesabaran karena ibadah haji juga merupakan ujian,” ungkapnya mengakhiri.

Editor: Saibansah Dardani