
J5NEWSROOM.COM, Madinah – Dipercaya mengemban tugas melayani jemaah haji Indonesia di kawasan miqat Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah di Madinah adalah sebuah amanah dan kebanggaan bagi Fakrizal. Tugas itulah yang kemudian dijalaninya sepenuh hati, ikhlas dan gembira.
“Melayani tamu Allah adalah sebuah kehormatan dan kebangaan bagi saya dan keluarga,” ujarnya kepada Petugas MCH (Media Center Haji) PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani di Bir Ali, Jumat, 15 Mei 2026.
Jumat 15 Mei 2026, hari terakhir Fakrizal bertugas bersama jajaran Sektor Khusus Bir Ali.
Itu adalah pemberangkatan terakhir jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah. Yaitu, tiga kelompok terbang (kloter) terakhir, embarkasi Ujung Pandang (UPG) 21, embarkasi Kertajadi (KJT) 20, dan Batam (BTH) 14.
“Bir Ali adalah tempat ‘sakral’ dalam pelaksanaan ibadah haji, khususnya jemaah haji Indonesia gelombang 1. Selama proses pengambilan miqat para petugas PPIH Arab Saudi sangat ketat menjaga keamanan dan kenyamanan jemaah di tempat tersebut,” tutur pria yang sehari-hari bertugas di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Utara itu.
Selama bertugas dari Bir Ali, mulai pemberangkatan pertama rombongan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Mekkah, Kamis 30 Maret 2026 sampai Jumat, 15 Mei 2026, Fakrizal bersama para sahabatnya, telah memberangkatkan sebanyak 103.732 jemaah.
BACA JUGA: Pagi Ini, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tinggalkan Madinah
“Sebagai petugas di sektor Bir Ali, tentunya kami merasa sangat bahagia dan bersyukur diberi Allah kesempatan dapat menjadi bagian dari start awal pelaksanaan ibadah jemaah haji Indonesia gelombang satu,” tambah petugas yang sigap mengantarkan jemaah haji lansia bolak-balik dari parkiran bus ke Masjid Bir Ali menggunakan golf car.

Waktu pemberangkatan jemaah haji dari Bir Ali dibagi tiga gelombang, yaitu pagi, siang dan sore hari. Soal terik matahari di Bir Ali? Jangan tanya lagi. Cuaca di Kota Madinah rata-rata di atas 40 derajat celcius. Maka, sepanjang siang itu pulalah, Fakrizal dan sahabatnya melayani jemaah haji di bawah terik matahari Madinah.
Ada guyonan di antara mereka, para petugas haji di Sektor Khusus Bir Ali, sudah siap dengan kontrak ganti kulit. Yaitu, siap kulitnya menjadi gelap demi jemaah haji Indonesia. Selain mengantarkan para jemaah haji lansia pakai golf car, apa saja yang diminta para jemaah kepada petugas?
“Banyak petugas diminta jemaah haji sekedar mengambilkan foto melalui handphone, sebagai kenang-kenangan. Tentu, Bir Ali memberikan kenangan yang indah bagi jemaah haji indonesia yang sempat singgah untuk bermiqat, juga kenangan pengabdian tak terlupakan bagi para petugas haji,” tutur Fakrizal mengakhiri.
Editor: Saibansah Dardani
